Tafakur

Kumpulan tulisan renungan dan tafakurku

  • Galau Aktivis

    Dari akumulasi diskusi dengan aneka rupa aktivis, khususnya aktivis Islam di kampus, disimpulkan bahwa sebagian mereka yang tumbuh pesat di kampus justru banyak yang klimpungan di keluarga sendiri. Efeknya adalah ketika menjalani pascakampus, biasanya para aktivis yang keren di kampus tapi tak berdaya di rumah ini mengalami guncangan hidup. Yang putra-putra, mulai mikir serius soal…

  • Sendiri dan Bersama

    Berjamaah itu untuk melipatgandakan amal sosial. Tapi soal ilmu dan keimanan itu individual. Jadi untuk memahami sesuatu itu baik dan buruk itu dari belajar dan berguru. Dan katakan ini baik dan buruk berdasarkan hasil berguru diiringi keyakinan dalam hati, tanpa harus nunggu koor bersama. Dan yang namanya orang belajar, pendapatnya hari ini mungkin akan diperbaiki…

  • Filsafat Ilmu Barat

    Setidaknya 2 hal yang tidak kusetujui dalam filsafat ilmu Barat yang masih menggurita di jagad akademik Indonesia hingga hari ini. Pertama, eksploitatif dan desruktif. Bangunan ilmu sains dan sosial cenderung untuk tujuan eksploitasi yang barangkali dijiwai nafsu menguasai yang belum usai di era renaisans. Ilmu-ilmu sains teknologi terus berkembang untuk tujuan eksploitasi alam yang sedemikian…

  • Dis-maqam-isasi

    Waktu diwejang soal kaliber, saya belajar tentang strata sosial dan ukuran kepantasan. Strata sosial itu pasti ada. Dan kehidupan yang egaliter itu bukan berarti menafikan strata sosial, tetapi menempatkan kelas dan strata sosial pada proporsi yang tepat. Di dalam lingkungan sosial pasti ada strata begawan, ksatria, waisya, dan sudra (meminjam term kelas sosial salah satu…

  • Perangkap Informasi

    Berdasarkan penangkapanku, soal Jakarta yang begitu berisik dan mengganggu pemandangan linimasa fesbuk saya beberapa hari terakhir ini adalah soal “siapa” yang pantas memimpin Jakarta. Sebatas itu thok. Saya tidak yakin ukuran “pantas” itu nanti dapat menyelesaikan masalah atau tidak. Sebagaimana formalitas berpikir hari ini, yang penting “sekolah”, entah nanti menjadi solusi dalam pembangunan SDM yang…

  • Seandainya Para Nabi Hidup di Zaman Sekarang

    Ibrahnya Nabi Ibrahim ditakdirkan hidup di masa lalu adalah seandainya beliau hidup di zaman ini, betapa repotnya beliau demi memenuhi perintah Allah harus berurusan dengan kapolsek dan wartawan yang suka ngarang cerita, lalu akan ada tebar gosip dan ghibah di WA tentang seorang tua gila yang mau menyembelih anaknya. Maka alhamdulillah, karena Allah menakdirkan beliau…

  • Anu

    Konon (silahkan dipelajari sendiri-sendiri), ilmu falak (astronomi) saat ini madzhab (versi)-nya sudah sangat banyak, lebih dari 40-an, mulai dari yang paling rasional-liberal hingga paling klenik. Makanya hitung-hitungan waktu shalat dan berbagai hal menyangkut waktu tertentu bisa jadi ada perbedaan. Perbedaan waktu puasa di Indonesia salah satunya karena acuan ilmu falak yang digunakan memang berbeda, kalau…

  • Jangan Dibaca

    Pendirian Negara Israel adalah persoalan ideologis, ajaran dari Talmud. Zionis adalah operatornya. Zionis bisa disebut sebagai oknumnya Yahudi. Meskipun secara umum orang Yahudi setuju dengan ajaran pendirian negara Israel, tapi banyak sekali orang Yahudi yang tidak setuju dengan model negara Israel saat ini, yang diktator dan merampas hak-hak manusia. Makanya kalau lagi musim pembantaian mereka…

  • Gerhana Hati

    Matahari dan bulan adalah perlambang dari kekuatan besar. Di masa lalu, sebelum orang menemukan Allah-nya, mereka menganggap matahari sebagai tuhan, dan bulan sebagai asistennya tuhan. Maka jika ada peristiwa gerhana baik saat gerhana bulan maupun gerhana matahari, orang-orang melakukan kontemplasi. Mereka menyadari ada peristiwa besar di alam, ada perubahan tak terlihat yang sedang bekerja. Ketika…

  • Ngalah

    Dalam perjalanan sejarah orang-orang Timur Tengah, khususnya Arab mereka memang tidak mengenal istilah ngalah. Maka ya tidak ada budaya bagaimana “menang tanpa ngasorake”. Satu-satunya catatan penting yang kentara dalam sejarah permulaan Islam, metode “menang tanpa ngasorake” dan “ngalah” diterapkan Rasulullah pada perdamaian Hudaibiyah. Dan kalau bicara soal ngalah ini, Rasulullah ora kurang-kurang contohe, baik dalam…