Politik & Kenegaraan

Kumpulan tulisan tentang sudut pandang atas politik dan masalah kenegaraan

  • Tindakan Sama, Niat Beda

    Di antara manfaat belajar matematika adalah melatih kesadaran logika. Nah ada banyak peristiwa di kehidupan kita yang lucu-lucu. Tapi ini menurut pendapat saya lho. Boleh setuju, boleh nggak. Misalnya, selama ini kita kenal pernyataan soal demokrasi, bahwa suara rakyat adalah suara tuhan. Jika dipahami dengan pendekatan bahwa manusia itu memiliki fitrah (cenderung pada kebaikan sesuai…

  • Turki vs Rusia

    Turki, bagaimanapun negara itu anggota NATO. Bagi yang mengerti hubungan internasional, kenyataan ini sudah cukup menjadi alasan betapa rumitnya konstelasi politik Internasional. Apalagi yang ga paham seperti saya, mending meneng ketimbang ikut meramaikan dukungan ke sana kemari. Saya lebih tertarik untuk mempelajari sejarah kebangkitan Turki pasca Attaturk yang kembali pada Islam, sosok Erdogan dan AK…

  • Islam dan Pancasila

    Dalam kombinasi matematika, dua hal dapat dirangkai menjadi beberapa kemungkinan. Begitu pula antara Islam dan Pancasila, pasti banyak kemungkinan rangkaian kombinasi di kepala setiap orang. Tetapi saya sendiri memilih mengakui bahwa Islam dan Pancasila adalah dua hal yang selaras, tidak saling bertentangan, tidak saling menegasikan, atau kemungkinan-kemungkinan lainnya. Saya lebih sependapat dengan para ulama yang…

  • Aceh dan Indonesia

    Wow, saya takzim dengan para ulama dan rakyat Aceh yang sebelum Sumpah Pemuda diikrarkan dan NKRI dibentuk, mereka sudah membuat perkumpulan dengan nama Jumhuriyah el-Indunisiyah di era tahun 1870-an. Namun orde lama dan orde baru menyia-nyiakan jasa besar perjuangan mereka dan pendahulu mereka bagi terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terkadang sentimen sebagian orang Aceh terhadap…

  • Mumet, Mubeng, dan Mupeng

    Dalam sejarah, Rasulullah, Aisyah, dan banyak diikuti orang-orang shalih di kemudian ketika dituduh macam-macam, mereka diam dan tidak konferensi pers untuk bilang bahwa, “saya itu tidak ….” Saya kira ini salah satu indikator yang masih berlaku untuk melihat karakter orang-orang hari ini. Kita masih bisa mengetahui siapa yang beneran bekerja, siapa yang sibuk pencitraan dan…

  • Agama dan Kekuasaan

    Yang namanya kekuasaan, ia adalah pisau bermata dua. Belajar dari sejarah, berapa yang bisa ngempakke untuk kemakmuran dan berapa yang gagal. Cukuplah sejarah menjadi guru agar kita tidak rebutan dan cakar-cakaran untuk perkara yang bikin eneg itu. Karena hakikat manusia itu sebenarnya merdeka satu sama lain. Makanya Allah ngasih agama, agar kemerdekaan itu dipandu dengan…

  • Geger Bumi Mataram

    Satu buku di edisi santai sore tadi, setidaknya bahwa edisi menjual Indonesia di Konvensi Jenewa 1967 dan kisah pemerintah boneka itu hanya cerita berulang. Kisah pengkhianatan, kudeta, dan koalisi ruwet itu juga hanya cerita berulang. Jadi seandainya PKI kembali ada, bukan tidak mungkin di daerah-daerah tertentu akan berkoalisi dengan partai-partai Islam. Mengapa? Karena itu urusan…

  • NKRI, Si Bungsu Yang Masih “Nganu”

    Sependek pengetahuanku, negara bangsa adalah produk perjanjian-perjanjian yang terjadi pasca Perang Dunia I dan II. Apa motif perang itu, ya demi membentuk tatanan ekonomi baru. Bikin senjata masak nggak dijual dan dipakai buat membunuh, maka dibuatlah perang, carane pokoke ngono kuwi. Yang aneh (dan keren) menurutku, Indonesia justru menyalahi hal itu karena kita adalah negara…

  • Generasi Tanpa Sejarah

    Wong Islam neng Indonesia ki mulai aneh dengan Pancasila. Padahal kelima butirnya mengadopsi prinsip-prinsip Islam yang asasi. Ketuhanan Yang Maha Esa, bukankah ini nama lain untuk Tauhid. Lalu kata adil dan adab, itu dari khazanah peradaban mana yak? Lalu kata hikmat (serapan dari hikmah) dan musyawarah itu dari peradaban mana juga yak? Peradaban Islam to….

  • Meluruskan Sejarah Kahar Muzakkar

    Kisah mengharukan dari Pak Taufiq Ismail (kenal ra kowe?) Di Kenduri Cinta Juli 2015 Ayah beliau adalah gurunya Kahar Muzakkar. Ketika Kahar Muzakkar menuntut keadilan dari pemerintah RI, TNI kewalahan untuk mengatasi pasukannya. Melihat perseteruan antar tokoh bangsa ini, Muhammad Natsir pun berinisiatif mengambil jalan yang menghindarkan korban lebih banyak. Beliau tahu bahwa ayah Pak…