Politik & Kenegaraan

Kumpulan tulisan tentang sudut pandang atas politik dan masalah kenegaraan

  • Erdogan Dan Absurdnya Para Fansboy Konyol

    Karena Pak Erdogan sudah pulang nyetatus tentang beliau ah. Kekaguman saya pada beliau itu pada kecerdasan argumentasinya menjawab realita sekulerisme ekstrim Turki yang membuat negeri itu miskin dan terpuruk, dengan jawaban dan aksi yang setara (seolah logika sekuler tapi sebenarnya intinya sangat Qurani), dan saya berhusnudzan itu karena pemahaman beliau pada nilai-nilai Islam yang mendalam….

  • Kong Spira Siong

    Karena sejak pilpres 2014 ramai istilah KONSIPIRASIONG, PROXY WOANG, dan istilasiong2 yang keren-keren, ada pancingan nih. Selama ini kan kita itu sering gelut melulu, tapi lupa sejenak berpikir “Kenapa kita harus bermusuhan sih?” Kita terlanjur memakan dogma sejarah kayak ngemplok agar-agar, ndak mikir, ndak mau menelaah kembali. Bagiamana jika sejarah soal PKI di masa 1965…

  • Irian (Yang Ingin) Berjaya

    Kisah semalam dari rekan pejalan kehidupan di Irian Jaya. Gerakan OPM itu jangan melulu dipandang sebgai gerakan perang yang isinya cuma pasukan siap mati. Ada banyak guru yang menjadi simpatisan, yang siap menentang Jakarta dengan intelektualitasnya. Mereka memiliki argumen yang kuat atas ketidakadilan yang diberlakukan selama ini. Mereka pun berhujjah dengan pembukaan UUD 45, “bahwa…

  • Semoga Allah Terharu

    Di negara hukum, semua harus dibuat peraturan tertulis. Untung saja negeri ini tidak sungguh-sungguh sebagai negara hukum. Saya tidak membayangkan jika nanti ke toilet dan berak juga diatur dengan pasal-pasalnya. Pasti kampret banget peraturan macam itu. Sudahlah, mari kita kembali berusaha membina peradaban akhlak. Peradaban yang sendi-sendinya adalah kesadaran moral individu untuk tidak sering mengganggu…

  • Kang Emil, Aku Khawatir Padamu

    Setiap kali lihat torehan prestasi Pak Ridwan Kamil hatiku mak sirrrrrr. Mengapa? Saya khawatir beliau bernasib seperti Pak Habibie, bahkan bisa lebih buruk lagi. Pak Habibie saja butuh waktu hampir 30 tahun untuk menyingkirkan para teknokrat ekonomi mafia Barkeley demi membangun industri Indonesia yang mandiri. Itupun akhirnya beliau hanya mampu memimpin negara selama setahun lebih…

  • Yunani Bangkrut, Ganti Dengan K******h

    Latah yang lucu yang baru-baru ini muncul adalah saat mengkambinghitamkan “demokrasi” sebagai sumber kebangkrutan Yunani, lalu dengan enteng bilang coba kalau pakai K******h. Yang ngomong gitu saya khawatir diembat, lah K******h udah bangkrut hampir 1 abad lebih awal. Sudahlah, nggak usah ribut soal idiom sistem negara. Lha wong aslinya demokrasi yang dipakai sekarang itu tidak…

  • Untuk Yang Belum Move On Dari Pilpres

    Perubahan perspektif itu dapat menumbuhkan ruang harapan untuk tidak marah dan lebih banyak berharap yang positif. Kalo melihat Pak Jokowi sebagai presiden mesthi hawane kemutuk. Sudahlah, pandang beliau sebagai manusia, tetangga jauhku ndek Solo kene. Wingi bar mantu, turut gembira aku, minimal sehari kemarin lalu lintas dijaga banyak polisi sehingga tertib. Kalo melihat NKRI ini…

  • Pejabat Rasa Pelawak

    Saking beragamnya orang Indonesia itu, sembarang perkara dijadikan bahan perdebatan. Saking banyaknya yang diperdebatkan media tak kehabisan bahan untuk bikin berita. Penuh mozaik dan sulit dikendalikan secara administraif. Jika para perdana menteri dunia modern diminta magang di sini setahun, mungkin mereka jadi pasien RSJ sebelum genap masa magangnya. Maka, sementara ini saya berkesimpulan bahwa yang…

  • Belajar Dari Erdogan

    Beliau adalah sedikit dari tokoh dunia Islam yang memiliki kemampun komunikasi dengan bahasa kaumnya sekaligus dapat memegang kendali pemerintahan. Argumentasi-argumentasi beliau dalam menerapkan nilai Islam di tengah negara sekuler ekstrim seperti Turki patut diacungi jempol. Beliau seperti memberikan senjata makan tuan, karena beliau berargumen dengan term mereka, dengan HAM dan demokrasi. Beliau pun menyindir pemimpin-pemimpin…

  • La Usurpdora

    Ini bukan tentang resensi Telenovela yang pernah menghiasi layar TPI awal tahun 2000-an atau SCTV tahun akhir 2005-an dalam dubbing bahasa Indonesia yang berjudul PAULINA, yang membuat saya waktu itu sering mencuri waktu pulang ke rumah demi bisa mengikuti serial-serial nya (satu-satunya Telenovela yang saya ikuti kisahnya), tapi ini tentang refleksi dari dinamika informasi yang…