Cak Nun

  • Moderat Itu …

    Ekstrimisme itu kadang juga terjadi di kalangan yang mengaku moderat sekalipun. Yakni ketika ada dua kubu yang berseberangan, ada yang mengaku moderat tapi anti kedua kubu tersebut. Memang dia seolah terlihat di tengah kedua kubu, tapi anti keduanya. Njuk piye. Hahaha Barangkali cerita yang sering diungkapkan Cak Nun di banyak kesempatan maiyahan mengenai berbagai anggapan…

  • Otoritas Ilmu

    Dalam sebuah forum diskusi terlontar sebuah pertanyaan tentang keabsahan status gelar yang dimiliki seseorang. Sejak kapan kita sekarang cara berpikirnya meyakini gelar dulu baru melihat kinerjanya, bukan berdasarkan kinerjanya maka gelar akan diperoleh. Bagaimana logika legalitas gelar itu berlaku sejak munculnya sistem persekolahan modern saat ini. Jika ditelisik ke belakang gelar-gelar yang sekarang disandang orang…

  • al Telmi wa al Ngamuki

    Saya sering ngekek kalau lihat orang-orang yang gemredek soal maiyahnya Cak Nun. Orang lupa bahwa beliau adalah penyair, sastrawan, dan di khalayak ramai lebih dikenal sebagai budayawan, meskipun bagi yang pernah hadir di forum khasnya akan mengerti lebih jauh siapa beliau secara komprehensif. Jauh berbeda dari apa yang disangkakan kebanyakan orang saat ini. Dan predikat…

  • Sejarah Tanpa Catatan

    Ada sejarah (yang dilupakan/ sengaja dihapuskan dari lembaran sejarah Indonesia) tentang seorang tokoh (relatif) muda (dalam ukuran kepemimpinan politik) kala itu, yang berdiskusi dengan Raja Jawa 2,5 jam hingga sang Raja luluh dan bersedia turun sambil mengucap pidato “Tidak jadi Presiden tidak patheken” seharusnya menjadi bahan belajar generasi sekarang yang dikit-dikit selfie dan haus eksistensi,…

  • Kemurnian

    Mbah Nun sudah pernah mengulas betapa tidak percayanya kebanyakan orang sekarang terhadap kemurnian. Sehingga kalau ada tindakan baik, pasti dikejar motifnya dalam rangka apa. Kalau dijawab “ya dalam rangka berbuat baik, lillahita’ala”, mayoritas orang tidak percaya. Ketidakpercayaan ini tidak lahir tiba-tiba, tetapi oleh realitas di mana memang banyak orang berbuat baik sebagai lipstik di muka….

  • Hijrah ke Thaif

    Yang membuat saya hijrah dari kota kecil ke desa yang berada di tepian Bengawan Solo karena di sini saya belajar tentang keberanian, berpikir jujur, dan hidup dengan sederhana. Di komunitas orang-orang “gila” ini, kami belajar saling percaya untuk menjaga nilai-nilai kehidupan yang diyakini. Jika ada yang “nyampah” dari kami, nanti pasti akan tersingkir dengan sendirinya,…

  • Orang Madura

    Orang Madura itu forklor-nya sangat substansial dan mendasar. Kadang justru kita bisa belajar mikir. Misal ditanya tentang hukum fikih sesuatu hal, semua dijawab “NDAK TENTU”. Meskipun simpel, ini justru mendasar, bahwa hukum fikih tidak lepas dari sikon-nya. Yang penting kita tahu proporsinya. Shalat 5 waktu itu wajib kan. Jelas banget, jangan berdebat. Tapi bisa jadi…

  • Bertanya

    Menyebut nama Erdogan di hadapan pengikut Fetullah Gulen adalah kekonyolan yang kulakukan tadi malam. Ntut tenan, kok yo aku kepleset ndadak menyebut namanya, padahal karepku pengin takon peran pemerintah (secara diwakili pemimpinnya dong, Erdogan) dalam membangun SDM di Turki (tentu saja lewat pendidikannya) menurut pendapate Bapake. Untungnya di maiyah tidak berlaku semprotan, dan aku tidak…

  • Degradasi

    Tafsiran Cak Nun tentang evolusi risalah dari wahyu, diwujudkan dalam suhuf, hingga akhinya menjadi kitab sempurna seperti al Quran dan korelasinya dengan tingkat kecerdasan manusia dari masa ke masa cukup logis. Zaman awal-awal manusia, mereka masih bisa menggunakan “software” dalam dirinya untuk membaca dan mengenali tanda-tanda kekuasaan Allah sehingga beriman. Maka para nabi yang diutus…