Cak Nun

  • Salah Orientasi

    Karena nanti malam tidak berkesempatan ikut maiyahan rutin, refleksi aja dah yang bulan lalu. Di Mocopat Syafaat bulan lalu, Cak Nan, pengelola maiyah Padhang Bulan Jombang bercerita bagaimana menjelang reformasi orang-orang ramai mengelu-elukan Cak Nun, karena berani memprotes Soeharto terang-terangan dan menggelar forum terbuka (Padhang Bulan). Orang-orang yang hadir sampai ribuan memadati kompleks tempat tinggal…

  • Majelis Masyarakat Maiyah

    Maiyahan itu, terutama masa-masa krusial sekarang menjadi urgen untuk diikuti, terutama membantu mengalurkan pemikiran dan perjalanan kehidupan masing-masing individu agar lebih sibuk menempa kemandirian, mempelajari silsilah ilmu (ora mung gedabrusan golek comotan ilmu sana sini), dan memiliki ketahanan dari isu-isu yang terus disebul media-media “nganu”. Beruntung sekali akhirnya bisa berkenalan dengan majelisnya Simbah yang sudah…

  • Masa Kegelapan

    Setiap kali mendengarkan lagu Padang Mbulan yang telah digubah sejak tahun 1994 (kalau ga salah), terasa sekali sebuah kesadaran akan datangnya masa-masa kegelapan. Sayangnya ketika itu aku baru empat tahun dan belum paham apa-apa seandainya lagu itu pun diperdengarkan pada saat itu. Masa kegelapan bukanlah seperti imajinasi visual film hollywood yang identik dengan langit gelap…

  • Peradaban Yang Sakit

    Memang tidak ada kata terlambat selagi nyawa belum di tenggorokan. Begitupun kesadaran peradaban, mungkin belum terlambat sebelum kehancuran total datang. Perlahan kita syukuri diri kita, saudara kita, dan teman kita belajar mengkhalifahi kehidupan agar tidak terlampau hancur dengan peradaban materialisme yang begitu merusak saat ini. Geli-geli gimana gitu, melihat artikelnya Cak Nun yang berjudul SAYA…

  • Mengenal Cak Nun Dari Tulisannya

    Esai simbah di Jawapos 1990 yang berjudul “Alhamdulil-Marx Sampai Agama Ditutupi Oleh Pemeluknya” tajam banget dalam mengkritik relativitas ideologi2 buatan manusia yang tidak akan mampu menawarkan solusi secara menyeluruh dan praktek kejumudan cara beragama ketika itu. Beliau juga mengungkapkan holistiknya Islam (syumuliyatul Islam) serta memaparkan ironi dari perilaku kebanyakan umat Islam yang justru menutupi wajah…

  • Menjadi “Manusia” Saja

    Apapun predikat kita, yang pasti kita “manusia”, kita mendapatkan tugas sebagai “abdullah” dan jika masih mampu lagi kita menjadi “khalifatullah”. Jadi manusia itu nggak gampang lho, apalagi membebani diri dengan predikat-predikat lainnya yang duniawi. Jadi manusia saja kita itu bersyhadat, shalat, berpuasa, berzakat, berhaji itu sudah setengah mati susahnya agar ia dapat ditunaikan secara berkualitas…

  • Pembalikan Hierarki Strata Sosial

    Ceritanya, mas Sabrang pernah membuat deskripsi gambaran masyarakat Nusantara Jawa di era keemasannya berdasarkan fakta sejarah sebab-akibat penyeberan Islam di tanah Jawa. Masyarakat Jawa waktu itu memiliki pandangan strata sosial hierarkis di mana yang tertinggi adalah orang mulia (Brahmana), orang cendekia, orang berkuasa, orang kuat, dan orang kaya. Sehingga saat penyebaran Islam hanya dilakukan para…

  • Controporation

    Controporation bukanlah istilah atau sesuatu yang bermakna karena pasti tidak akan Anda temukan di kamus manapun. Itu hanya pilihan kata tanpa makna yang saya ambil dari pemendekan paksa atas country-corporation, sebuah gabungan kata untuk menjelaskan bentuk negara yang berperan seperti perusahaan bisnis. Inspirasi ini berawal dari nasib pengungsi muslim Rohingya yang terkatung-katung di laut karena…

  • Universitas Kehidupan

    Ini adalah tafsir hasil belajarku bersama Maiyah. Forum Maiyah adalah forum bebas yang di sana dipertemukan berbagai kajian dari berbagai perspektif dan disiplin ilmu. Saya sudah mengetahui forum ini cukup lama, tapi baru mulai intensif belajar sejak tahun 2013 dengan aktif mengikuti rekaman-rekaman di YouTube dan membaca karya literasinya. Karena tulisan ini bersifat tafsir, tentu saja…