Mencari Tuhan

Teori-teori kehidupan yang berpijak pada materialisme menciptakan tata aturan baru yang benar-benar membuat Allah seolah tidak penting. Ambilah model tata kelola kenegaraan dan pelayanan masyarakat di negeri-negeri (yang katanya maju) seperti Eropa. Dengan sistem negara yang bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan materi masyarakat, sementara dalam pola pikir masyarakat kesejahteraan itu identik dengan materi, maka di […]

Sains dan Islam

Ilmu populer yang dilandasi filsafat materialisme akan terus berkembang dinamis mengikuti konteks masyarakatnya. Misalnya dahulu hubungan sesama jenis dianggap salah, seiring terjadinya perubahan sosial di masyarakat maka ilmu terbaru mengesahkan status hubungan itu. Nanti akan banyak terjadi koreksi atas ilmu baik sosial maupun sains seiring dengan bukti-bukti empirik baru yang ditemukan. Hal ini berbeda dengan […]

Status FB

Menulis status yang terkadang “idealis” itu perlu untuk mengingatkan agar hati kita tetap tegar menolak yang memang harus ditolak, menyetujui apa yang harus disetujui. Bukankah level jihad melawan kemungkaran itu bertingkat-tingkat, dari yang terendah adalah hati dan yang tertinggi adalah “tangan”. Sebagai kawula alit macam saya, yang bukan siapa-siapa, dan mungkin juga tidak dianggap sebagai […]

Islam Kualitatif vs Islam Kuantitatif

Salah satu guru pernah mewejang tentang pergeseran cara pandang umat dari yang dahulu sangat kualitatif menjadi sangat kuantitatif. Karena fenomena al Islam mahjubun bil muslimin (Islam ditutupi oleh perilaku buruk sebagian umat Islam), makanya hari ini timbul dikotomi pemikiran yang lucu-lucu. Sebutlah ada ungkapan, “mending pilih pemimpin muslim walaupun korupsi, dari pada memilih pemimpin kafir […]

Adu Domba

Mari belajar dari sejarah, umat Islam itu udah berkali-kali diadu domba. Bahkan di era kekhalifahan rasyidah, umat Islam Mesir dihasut untuk mendemo khalifah Utsman bin Affan, sudah dijawab baik-baik, dihasut lagi hingga mereka kembali ke Madinah dan membunuh Utsman bin Affan. Di era Ali bin Abi Thalib, adu domba terjadi berkali-kali. Pertama perang pun pecah […]

Nenek Moyang Mereka Mulia, Tapi Bukan Mereka yang Sekarang

Apa yang mau ditiru dari bangsa yang nenek moyangnya jelas-jelas sama, memiliki kemuliaan, dititipi satu bahasa kemuliaan juga, bahasanya al-Quran, tapi mung kerah wae, gelut tuduh-tuduhan, diadu satu sama lain oleh Amerika-Israel dan Rusia-China, ndak pernah mau bersatu. Satu bagian sedang menderita sampai-sampai yang di sini membangun solidaritas untuk membantunya, satunya lagi sibuk bermewah-mewah pamer […]

“Nganu”nya Cara Berperilaku Kita

Ini hanya sebuah refleksi atas rangkaian kejadian yang tidak logis dan tidak beralasan yang kerap terjadi beberapa waktu belakangan. Ceritanya saya pernah baca tulisannya mas Puthut Ea (bosnya mojok.co) tentang klise bangsa ini yang menganggap tindakan salah sebagai hal biasa sekaligus menjadi sulit percaya pada ketulusan dan kebaikan yang dilakukan orang lain, kebanyakan akan selalu […]

Ibunda Peradaban

Sejak Islam bersemi di tengah bangsa Arab, peradaban yang awalnya terlalu dominan dengan “maskulin”nya perlahan menjadi lebih “feminim”. Dengan dimuliakannya posisi wanita sesuai dengan ajaran Islam, maka terjadilah revolusi yang cukup signifikan. Saya menjadi penasaran untuk menelisik lebih jauh peran para ibunda ulama dan ibu suri2 kerajaan ketika daulah Islam berkuasa sehingga bangsa yang tadinya […]

Majelis Masyarakat Maiyah

Maiyahan itu, terutama masa-masa krusial sekarang menjadi urgen untuk diikuti, terutama membantu mengalurkan pemikiran dan perjalanan kehidupan masing-masing individu agar lebih sibuk menempa kemandirian, mempelajari silsilah ilmu (ora mung gedabrusan golek comotan ilmu sana sini), dan memiliki ketahanan dari isu-isu yang terus disebul media-media “nganu”. Beruntung sekali akhirnya bisa berkenalan dengan majelisnya Simbah yang sudah […]

Penyebaran Islam di Nusantara

Saya lebih percaya pada pendapat para sejarawan yang mendefinisikan bahwa Islam di bawa ke Indonesia oleh para ulama dari masa ke masa bahkan sejak zaman para sahabat ada, dan bukan lewat jalur perdagangan. Mengapa? Karena konstruktsi sosial masyarakat kita saat itu meletakkan pedagang tulen (pencari kekayaan harta) sebagai kasta rendahan, yg mulia adalah para resi/ […]