Kalau ingin supremasi sipil menguat, maka kurung para politikus agar hanya punya ruang kiprah di partai politik saja.

Dari parpol mereka harus mampu bernegosiasi dengan organisasi-organisasi masyarakat di berbagai bidang agar mendapatkan kesempatan kampanye untuk memperoleh dukungan.

Tapi kalau orang-orang kehormatan ormas justru para petinggi parpol, ya umumnya ruwet kayak di Indonesia ini. Kasus pengusiran orang-orang Nasdem di acara IPSI oleh para pendekar PSHT bisa diacungi jempol sebagai bentuk sterilisasi acara dari intervensi politik. Tapi jika mengingat bahwa ketua IPSI adalah Prabowo, kan akhirnya rempong juga.

Pada akhirnya, politik praktis di negara kita itu memang terlalu dominan di segala tempat. Makanya pilpres dan pileg menjadi begitu dominan di pikiran masyarakat. Padahal demokrasi itu seharusnya lebih banyak bicara bagaimana masyarakat sipil semakin kuat agar tidak mudah dikerjai politikus dan tentara. Esensinya adalah bagaimana rakyat bisa mengontrol politikus.

Lha ini, mengatasi godaan Jokowi dan Prabowo aja nggak kuat. Mau-maunya jadi cebong dan kampret militan. Padahal tidak dilantik sebagai tim sukses, tidak dibayar, dan tidak diberi tanggung jawab secara definitif oleh si calon. Lalu setiap hari kita disuguhi pertengkaran cebong dan kampret yang sangat lucu, mereka bukan siapa-siapanya paslon, tapi le gegeran sampai gila-gilaan.

Oh, memang aslinya kita itu tidak ingin berdemokrasi. Kita inginnya tetap kerajaan. Cuma diperebutkan tahtanya seolah-olah dengan mekanisme demokrasi. Celakanya, bangsa ini percaya bahwa mekanisme seabsurd itu, mulai dari undang-undang pemilunya, sistem perwakilan yang tak jelas, hingga munculnya istilah-istilah palsu dalam demokrasi seperti kantong suara, basis massa, dan sejenisnya, tetap disebut sebagai demokrasi.

Makin hari, membicarakan demokrasi makin terasa munafiqnya. Kita sebenarnya menyuburkan aristokrasi – oligarki, bahkan kita mau mendirikan monarki.

Surakarta, 28 Januari 2019

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.