Pasca kepemimpinan khalifah 4 (eh 5 ding, plus Hasan bin Ali bin Abi Thalib, sebelum akhirnya mengalah dan menyerahkan kepemimpinan pada Muawiyah bin Abi Sufyan), watak kepemimpinan negeri-negeri Arab kembali ke era sebelum Rasulullah hidup, di mana penguasa yang menang akan melenyapkan kenangan penguasa yang dikalahkannya dari hati rakyatnya.

Misalnya ketika Abdul Malik bin Marwan berkuasa, penguasa Mekah saat itu Abdullah bin Zubair bin Awwam tidak mau taat kepada khalifah di Damaskus. Saat itu, Abdullah membangun Ka’bah seperti keinginan Rasulullah sebelum wafat agar seperti bangunan aslinya di masa nabi Ibrahim. Akibatnya pasukan besar di bawah pimpinan Hajaj di kirim dan Ka’bah dihancurkan sampai rata dengan tanah.

Setelah kepala Abdullah dipenggal dan diarak ke semua wilayah Islam, Ka’bah dibangun kembali dengan ukuran yang lebih kecil agar umat Islam tidak mengenang jasa Abdullah bin Zubair. Sampai akhirnya ketika Harun al Rasyid di era Abbasyiyah berkuasa, dia ingin memperbaiki Ka’bah seperti zaman Abdullah bin Zubair. Tapi Imam Malik bin Anas berkata kepadanya: “Aku bersumpah, demi Allah, wahai Amirul Mukminin, janganlah engkau menjadikan Ka’bah ini sebagai permainan para raja setelah engkau, sehingga tidaklah seseorang dari mereka yang ingin merubahnya, kecuali dia pun akan merubahnya, dan kemudian hilanglah kewibawaan Ka’bah dari hati kaum Muslimin,” lalu Khalifah Harun ar Rasyid pun menggagalkan rencana tersebut

Ka’bah yang kita lihat sekarang adalah model bangunan tinggalannya Hajaj (yang punya reputasi membantai lebih dari 200 ribu umat Islam) atas perintah khalifah. Meskipun demikian, Ka’bah dipugar beberapa kali, dengan tetap mempertahankan desain yang sama dengan sebelumnya. Bahkan pada urusan yang penting menyangkut properti utama umat Islam, para penguasa Islam itu sampai begitu kejamnya. Jangan tanyakan lagi urusan-urusan lain yang ada di dunia Islam. Makanya jika dalam sejarah Islam terkadang ada mata rantai yang hilang karena tidak berhasil diselamatkan para ulama, ya itu keadaan yang harus kita terima sebagai umat Islam akhir zaman. Makanya jangan picik dan baper bahwa yang serba Arab itu pasti keren, dan yang di negeri ini kurang berkelas. Diseleksi dulu lah semuanya. Jangan baper gitu.

Juwiring, 9 Mei 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.