Aku turut bersimpati pada semua korban yang terus berjatuhan dan pengungsi yang terus bertambah di Suriah. Mereka adalah rakyat sipil yang tidak tahu menahu konflik antara underbow-nya AS vs kawannya Rusia itu. Aku iri dengan mereka yang bertahun-tahun hidup di bawah rezim galak kawannya Rusia itu, lalu sekarang dihancurkan lewat perang yang memang tidak diniatkan untuk selesai. Semoga Allah memberi pahala yang besar kepada mereka dan memberi kesyahidan kepada mereka yang menjaga diri untuk tidak ikut ambil bagian dari perang aneh itu.

Aku tidak akan membela satu pun dari kalian, baik underbow-nya AS atau kawannya Rusia, karena kalian telah membuat rakyat Suriah lebih menderita. Kematian Syaikh Said Ramadhan al Buty (mufti Suriah, ulama besar di zaman ini) karena rudal nyasar adalah pertanda bahwa perang ini penuh kemudharatan, dan bagaimana akan berhenti sementara masing-masing pihak merasa berhak berkuasa, bahkan berusaha melegitimasi peperangan itu dengan nama Allah.

Selagi perangmu kok modal tank, rudal, dan segala senjata jarak jauh yang membuat si pembunuh tidak tahu persis siapa yang dibunuh dan memungkinkan peperangannya berjalan dengan sangat curang, wis to itu jauh dengan yang dituntunke Kanjeng Nabi. Aku jik waras, tidak akan ada pembenaran untuk perang-perang model pengecut semacam itu. Melawan penguasa zalim itu berhak dilakukan rakyat, tapi nek muaranya seperti ini mengapa masih diterus-teruskan? Dan aku ra wani ngomong “stop perang” merga aku yo ra ruh solusine sing tepat nggo menghentikan perang ini.

Jika pun terpaksa harus mengakui perang semacam ini, mengumpulkan senjata untuk melawan Israel lebih sembada. Karena rezim zionis itu jelas-jelas lebih tidak manusiawi dan rekam jejaknya merusak tatanan dunia lebih terasa dari pada rezim galak kawannya Rusia itu yang sebenarnya turut berpartisipasi memberi gangguan pada Israel. Tapi apa boleh buat, umat Islam sekarang memang dibuat untuk “bermata satu” sehingga akalnya picik dan lebih dikuasai perasaan suka tidak suka tanpa pertimbangan. Dan sebenarnya justru menyedihkan jika umat Islam sekarang kok dikit-dikit suka ribut di antara saudara seimannya. Apa perang Siffin, perang Jamal, perang Dzatus Sawari, perang Karbala mau diulang kembali? Ah ini sangat menyedihkan.

Semoga yang bernafsu dengan perang dan berambisi duniawi dari konflik ini segera dapat “gaji” setimpal dari Allah, sebanding dengan harga kemuliaan para penduduk Syam yang dipuji oleh Rasulullah karena beberapa keutamaan yang ada pada mereka. Urusanmu dengan Allah di hari akhir nanti pasti sangat serius. Dan yang hari ini masih ikut-ikutan mengobarkan perang aneh ini, semoga menyadari sebelum nanti turut ketiban sampur urusan dengan Allah yang maha adil dan maha membalas itu.

Juwiring, 5 Mei 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.