Gara-Gara Pemilu

Gara-gara pemilu, saya banyak terhibur sekaligus merasa kecut oleh perilaku sebagian dosen dan profesor yang fanatik buta sama politikus. Kalau rakyat awam memuja Jokowi dan Prabowo saya sangat-sangat memaklumi, sebab urusan harian mereka nguyak butuh sudah tidak membuat mereka sempat berpikir lebih lama. Kalau kaum akademisi kan memang kerjaannya mantengin data. Selain itu mereka juga […]

Demokrasi Lucu-Lucuan

Dalam demokrasi, politikus itu memaparkan program sebagai janji politiknya. Jadi ya memang politikus itu kalau mau maju memang modalnya janji, bukan duit. Justru aneh kalau politikus mau maju tidak menawarkan janji apa-apa. Masak iya cuma pasang baliho terus bilang, BERSIH & PEDULI atau yang lainnya. Tapi lebih konyol lagi, yang gitu-gitu jebul tetep dipilih dan […]

Tokoh Agama Perusak Demokrasi

Keterlibatan tokoh agama dalam politik praktis itu justru memperkeruh keadaan. Dalam tatanan negara dan kebangsaan yang majemuk seperti Indonesia, tokoh agama itu seperti paku untuk menjaga rekatnya bangsa. Politik mereka seharusnya politik kebangsaan, bukan partisan. Ketika para tokoh agama tetap menjaga jarak dari politik praktis, para politikus tidak bisa melenggang bebas. Sebab mereka akan selalu […]

Menegakkan Demokrasi

Demokrasi itu tidak sama dengan pemilu. Sangat aneh jika di zaman ini, cara berpikir kita masih kolot dengan mengarusutamakan pemilu tapi abai pada substansi demokrasi. Kalau yang jadi concern cuma pemilu, apalagi cuma pada siapa kandidatnya, maka tidak ada bedanya dengan orde sebelumnya. Sebab di zaman orba pemilu dimanipulasi oleh pemerintah yang berkuasa. Sementara hari […]

Mundur Sejenak untuk Belajar

Ketidakjelasan penggunaan term negara, pemerintah, dan berbagai istilah terkait kenegaraan membuat masyarakat kita lucu-lucu tiap kali menjelang pemilu. Setiap pemilu, bahan kampanye yang digunakan adalah klaim yang dilawan dengan klaim. Misalnya petahana telah mengklaim membangun jalan tol dan jalan-jalan desa yang sangat banyak. Klaim itu dinegasikan oleh klaim pihak oposisi. Dilihat dari hasil fisiknya, klaim […]

Ilusi Demokrasi

Kalau baca-baca status dan debat komentar yang sengit di linimasa kok kayaknya kebanyakan netizen itu begitu cemas dengan pilpres, dan abai dengan pileg. Padahal sistem demokrasi yang sehat seharusnya menguatkan sistem perwakilan rakyatnya dan memperbarui regulasi tentang pengawasan rakyat pada politikus. Porsi rakyat harus semakin besar dalam memberikan pengawasan pada kinerja politikus dan itu seharusnya […]

Demokrasi dan Kenaifan Kita

Sebagai rakyat, sebenarnya saya memaklumi kalau politikus itu mbulet-mbulet dan banyak ngibul ketika bicara. Cuma, mbok yao output kebijakannya itu tetap dijaga agar masuk akal dan proporsional gitu lho. Kinerja pemerintah itu memang bisa dibuat laporannya dengan sangat bagus dan indah, seolah tanpa cela. Tapi namanya kebijakan pemerintah, sasarannya itu tetap publik. Jadi realita di […]

Demokrasi Rasa Monarki Nan Fasis

Bagi yang paham substansi demokrasi, pemilu hingga hari ini asline buang-buang waktu dan dana. Tapi, kita tetap harus optimis, siapa tahu dengan tertipunya rakyat berkali-kali, rakyat sadar bahwa demokrasi itu harusnya nggak kayak gini. Ketika mereka sudah sadar bahwa ditipu itu nggak enak dan diakali itu lebih tidak enak lagi, semoga rakyat mau belajar bahwa […]

Demokrasi Tanpa Kontrol

Dalam menjaga demokrasi, oposisi memang tidak bisa diandalkan. Sebab politikus oposisi itu kepentingannya bukan demi rakyat, tapi demi gantian berkuasa. Kalau oposisi terlihat berseberangan dengan pemerintah, motif utamanya ya agar lebih populer sehingga di periode berikutnya gantian dipilih untuk berkuasa. Prett lah kalau urusannya demi rakyat. Maka dari itu, oposisi sejati pemerintah sesungguhnya adalah rakyat. […]

Berdemokrasi Itu …

Namanya praktik kekuasaan itu ya bakal melahirkan konsep ndoro dan pelayan. Demokrasi menempatkan pemerintah adalah pelayan dan rakyat sebagai ndoronya. Berbeda dengan monarki atau aristokrasi. Maka sudah sewajarnya dalam demokrasi, rakyat clometan dan maido kinerja pemerintah itu hal biasa. Yang harus ditegaskan adalah ruang maido yang dibolehkan adalah pada urusan kinerja, bukan personal-personal pemerintahnya. Jadi […]