De-profesor-isme

Orang-orang yang rajin mempersoalkan jalan tol, waduk, dan aneka proyek infrastruktur lintas tahun itu memang lucu. Saling unjuk kepekokan. Tapi lebih lucu lagi jika ada profesor-profesor teknik sipil yang mendadak juga jadi partisan, dan membuat pernyataan bahwa bendungan dapat dibangun dalam waktu setahun. Sejauh saya iseng cari-cari informasi itu, saya belum dapat info seorang pakar […]

Rakyat Ngalah, Lalu Ngalih, Belum Ngamuk

Hakikat negara itu terletak pada perjanjian antar masyarakat yang menyepakatinya. Kalau di antara masyarakat itu saling mengkhianati, hakikatnya negara itu telah hancur. Yang membuat negara terlihat eksis karena adanya pemerintah yang mengklaim seolah-olah dirinya negara, padahal sebenarnya sedang melayani tuan-tuan pedagang sambil menendang masyarakat hingga kehilangan tanah-tanah garapannya. Anehnya, orang-orang yang semakin tinggi sekolahnya semakin […]

Supremasi Sipil

Kalau ingin supremasi sipil menguat, maka kurung para politikus agar hanya punya ruang kiprah di partai politik saja. Dari parpol mereka harus mampu bernegosiasi dengan organisasi-organisasi masyarakat di berbagai bidang agar mendapatkan kesempatan kampanye untuk memperoleh dukungan. Tapi kalau orang-orang kehormatan ormas justru para petinggi parpol, ya umumnya ruwet kayak di Indonesia ini. Kasus pengusiran […]

Demokrasi Alam Ghaib

Meributkan kinerja Presiden Jokowi dengan isu-isu identitas dan keagamaan itu ga akan ada selesainya. Padahal isu-isu ekonomi, penegakan hukum, dan kerusakan lingkungan sangat jelas di depan mata kalau mau dikuliti sampai habis-habisan. Tapi ya gitu deh. Sebagian rakyat itu senangnya yang identitas-identitasan gitu je maunya. Hal-hal yang urgen dan benar-benar menyangkut kemaslahatan publik dan bisa […]

Tentang Golput

Di AS, sejak 1990-an golput selalu menjadi pemenang pemilu, sebab selalu mendekati 50 %. Di Indonesia, golput baru merebut 30% saja, para timses sudah pada ribut tuding sana sini. Mungkin perlu digalakkan sekalian, dari pada sibuk pemilu untuk para-para di atas. Mending sukseskan pilkades dan bangun desa masing-masing agar mandiri. Kalau nanti desa-desa sudah mandiri […]

Inti Demokrasi: Sistem Perwakilan Rakyat

Lembaga perwakilan rakyat harusnya lebih diperhatikan ketimbang pemerintahan. Sebab di lembaga itulah kekuatan rakyat dikonsolidasikan. Maka, di lembaga itu harusnya rakyat melototin bener-bener. Hubungan rakyat dengan para wakil rakyat harus definitif. Pun demikian, yang boleh jadi wakil rakyat harus yang berkelas, bukan yang hobi tidur dan mbolos. Kerjaan wakil rakyat itu ya gelar perkara atas […]

Kekuasaan vs Kepemimpinan

Kekuasaan dan kepemimpinan itu dua hal yang berbeda. Kekuasaan itu pendekatannya kekuatan dan “pemaksaan” kehendak. Kepemimpinan itu pendekatannya keteladananan dan pancaran kebaikan, sehingga layak diikuti. Seorang pemimpin belum tentu bisa menjadi penguasa. Seorang penguasa juga belum tentu bisa menjadi pemimpin. Demokrasi itu bicara soal kekuasaan, bukan kepemimpinan. Demokrasi itu urusannya tentang penyerahan mandat pengelolaan kuasa […]

Ada yang Lebih Penting dari Pemilu

Pemilu itu cuma cara berkompetisi meraih kekuasaan lho. Dari pada para caleg atau capres disuruh tarung sampai mati dan tinggal 1 yang hidup sebagai pemenang. Yang lebih utama adalah bagaimana mereka diawasi. Jika menjadi aleg, bagaimana rakyat memiliki kendali pada aleg yang mewakilinya. Jika menjadi presiden/gubernur/bupati/walikota bagaimana mereka diawasi, baik lewat lembaga perwakilan atau langsung […]

Publik Menjadi Subyek dalam Membuat Kebijakan

Melihat antusiasme masyarakat yang tetap ikut jadi timses tanpa dibayar, bahkan rela bertengkar habis-habisan di dunia maya (terkadang satu dua kasus sampai bunuh-bunuhan di dunia nyata) bisa kita tangkap sisi positifnya bahwa masyarakat kita itu punya gairah untuk berpartisipasi. Walau secara pahit harus diakui itu juga bentuk lain dari cara berpartisipasi yang ngawur dan pekok. […]

Ketika Kita Sekadar Menjalankan Demokrasi Dengkul

Sepakat berdemokrasi itu, siap dapat wacana aneh-aneh dan harus bisa merespon dengan elegan. Kalau siapnya kepruk-keprukan ya bikin negara gengster saja lah. Tafsir demokrasi Barat yang dijalankan di negeri ini mau tidak mau menggiring para elit untuk bertanding menang kalah. Melanggar sila keempat Pancasila? Menurut saya jelas. Karena demokrasi berbasis elektoral itu sangat bertentangan dengan […]