Negeriku, bukan negaraku
Negeriku karunia tuhanku
Negaraku, dibuat oleh bapak-bapakku
Katanya untuk menjaga negeriku
Dan memelihara kehidupanku
Aku akan setia pada negeri, karena itu kewajiban
Tapi aku tarik ulur kesetiaan pada negaraku
Tergantung ia sedang memelihara atau merusak
Konon negaraku yang asli menghilang
Kini tinggal negara gadungan, ciptaan sana sini pakai nama asli
Maka aku tak heran jika pemerintahnya tak jelas untuk siapa
Untuk rakyatnya, pengusaha, atau justru para iblis di singgahsana kencana
Lalu, bagimana aku harus menjaga negeri ini
Dari kejahatan negara gadungan dan manusia-manusia di dalamnya
Sementara teman-temanku justru beriman pada negara
Dzikir mereka dzikir negara, harapan mereka pada negara
Mereka berebut juga untuk menjadi penguasa negara
Allah pun disimpan di pojokan sana
Oh, negeriku, kau sedih diinjak negara

Juwiring, 2 Februari 2017

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.