Tafakur

Kumpulan tulisan renungan dan tafakurku

  • Memangku

    Filosofi kepemimpinan Jawa “memangku” itu hari ini menjadi penting untuk dikaji dan diinternalisasikan. Rasulullah sendiri pun dahulu menerapkan kebijakan kepemimpinan semacam ini, di tengah kebudayaan Arab yang maskulin dan selalu unggul-unggulan, bila perlu dengan perang dan pembantaian. Cara memimpin yang “nganeh-anehi” ini, sering membuat Umar harus bertanya alasannya. Maka, coba carilah mana perang yang dilakukan…

  • Penyusup dan Kecurigaan Yang Over Dosis

    Susup menyusup itu pasti terjadi. Hanya saja, saya masih penasaran ketika peradaban Madinah ada, bagaimana cara umat Islam menangani para penyusup. Saya kagum dengan cara masyarakat Madinah mengatasi orang munafiq dan (mungkin) penyusup dari luar Madinah yang dimasukkan di kehidupan orang-orang shalih baik saat Rasulullah masih hidup maupun setelah wafatnya. Coba cari info yang banyak,…

  • Cinta dan Benci

    Selama masjid masih ikut dilabeli jadi masjidnya ormas A, B, C maka proyek pembangunan masjid-masjid baru akan terus berjalan (dan memang kiamat semakin dekat kan). Jadi apakah pembangunan masjid baru dan makin banyak itu baik? Jawaben dewe Salah prioritas itu memang fatal akibatnya. Dalam kepemimpinan, mendahulukan kejar posisi dari pada menyiapkan segudang strategi dan kreativiitas…

  • Perbedaan Atau Membeda-Bedakan?

    Puasa Arafah itu tanggal 9 Dzulhijjah Idul Adha itu tanggal 10 Dzulhijjah Hari Tasyriq itu tanggal 11-13 Dzulhijjah Sudah jelas kan. Jadi tidak ada hubungannya dengan Rabu atau Kamis jika setiap orang mensungguh-sungguhi metode yang sudah dipilihnya. Tidak usah berdebat satu sama lain. Sebagaimana waktu shalat, kita sebenarnya pakai hisab atau rukyat? Kayake ndak kedua-duanya…

  • Quran dan Sains

    Dr. Zakir Naik mengatakan bahwa Quran itu “the book of sign” bukan “the book of science”. Saya sepakat dengan beliau. Karena ini adalah kitab yang diturunkan untuk memperbaiki akal manusia agar kembali memandang sesuatu di keseluruhan kehidupan ini sesuai dengan pandangan-Nya. Jadi menurut saya tidak benar ada cocoklogi ayat Quran dengan sains. Tidak ada hubungannya…

  • Al-Quran

    Ada yang berpendapat bahwa memahami Quran jangan pakai akal. Menurutku ini sebuah bentuk kegagalpahaman berbahasa. Lha Quran itu panduan bagi umat yang mempergunakan akalnya je. Dan yang membedakan manusia atau bukan ya dilihat dari penggunaan akalnya. Karena bagi orang yang tidak berakal, Quran yang mulia itu bisa dijadikan kitab panduan menjadi teroris. Bagi orang yang…

  • Membaca

    Iqro’ bismi rabbika al-ladzi kholaq, membaca apakah? Tidak ada keterangan maf’ul bih (obyek)-nya. Itulah membaca konteks kehidupan agar kita menemukan kekaguman demi kekaguman dari ciptaan-ciptaan Allah. Sehingga setiap hari istighfar, tasbih, tahmid, dan takbir kita kian berisi dan bermakna. Quran dahulu diwahyukan kepada Rasulullah langsung menghujam dalam hati. Lalu sahabat mendengarkannya dari lisan Rasulullah yang…

  • Streaming

    Teknologi yang menurutku dapat meminimalisir hoax-hoax yang saat ini beredar adalah live streaming, baik audio atau video. Tapi apakah teknologi ini telah dimanfaatkan secara maksimal? Kayaknya belum deh, wong orang-orang itu sekarang sibuknya minta ampun sehingga ia memilih mencari rekaman baik berupa tulisan, gambar, audio, maupun video yang bisa disaksikan di kesempatan yang lain. Maka…

  • Imam Shalat

    Saya kadang merasa tidak sreg dengan bacaan imam yang tidak mengikuti kaidah tajwid dengan benar. Tetapi sebagai tetamu di masjid, maka saya memilih diam, karena tuan rumah lebih berhak atas tamunya. Jika tak mantap dengannya, ulangi saja shalatmu, dari pada ghibah dan menjelek-jelekkan sang imam. Ini adalah salah satu problem serius dalam syiar Islam, di…

  • Sejarah, Budaya, Logika, dan Bahasa

    Kalau pernah membaca otobiografi Mohammad Hatta, UNTUK NEGERIKU, kita bisa berimajinasi bagaimana pemerintah Hindia Belanda saat itu soal penyediaan fasilitas publik masih lebih juara dibandingkan NKRI pasca (kata sejarah versi “nganu”) reformasi. Artinya kita memasuki kemunduran zaman yang faktornya tidak semata-mata karena kesalahan Jokowi, SBY dll, tapi karena kebutaan kita pada sejarah secara mayoritas. Karena…