Selama masjid masih ikut dilabeli jadi masjidnya ormas A, B, C maka proyek pembangunan masjid-masjid baru akan terus berjalan (dan memang kiamat semakin dekat kan). Jadi apakah pembangunan masjid baru dan makin banyak itu baik? Jawaben dewe

Salah prioritas itu memang fatal akibatnya. Dalam kepemimpinan, mendahulukan kejar posisi dari pada menyiapkan segudang strategi dan kreativiitas toh juga akhirnya kena skak-mat di dalamnya. Apalagi syiar dakwah, salah strategi bukan saja membuat umat salah persepsi, tetapi sekaligus membeberkan celah kelemahan umat Islam hingga akhirnya mudah diadu domba kayak sekarang.

Saya sungguh tidak paham mengapa hari ini kita begitu mudahnya sengit-sengitan dengan sesama kaum muslimin. Apa sudah ndak bisa guyon sehingga setiap hari tegang dan tidak menemukan cara-cara menyelesaikan masalah secara kreatif dan elegan. Bahkan tak jarang lahir provokasi agar kita membenci orang yang tidak sepaham.

Setahuku, seberapa pun besarnya kebencian kita, rasa cinta yang ditumbuhkan atas keber-Islam-an kita akan mampu membuat kita menyembunyikan rasa kebencian itu dan lebih banyak menghadirkan cinta. Bagaimanapun bencinya, itu dikurung di ruang hati agar tidak menjadi penyakit bagi masyarakat.

Rasa kebencian itu disimpan, tak dilahirkan. Karena setiap orang yang masih hidup itu punya kesempatan untuk memperbaiki hidupnya. Sebagaimana setiap orang pun berpotensi untuk tersesat dan masuk ke jurang kekafiran sekalipun di mata manusia lainnya ia the best lah pokoknya soal ibadah dan penampilan.

Surakarta, 22 September 2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.