Menjaga Ingatan Lama

Setidaknya saya berusaha menjaga ingatan peristiwa dari 1998 sampai hari ini, agar tidak lagi ketipu sepak terjang para politikus. Menyimak pernyataan-pernyataan mereka yang molah malih dan loncat sana sini itu ternyata menggelikan. Tentunya, saya harus melepaskan diri dulu dari kecondongan partisan sebisa mungkin. Saya sendiri lebih menikmati dan mengapresiasi para politikus yang berkiprah ditingkat kota/kabupaten […]

Inti Demokrasi: Sistem Perwakilan Rakyat

Lembaga perwakilan rakyat harusnya lebih diperhatikan ketimbang pemerintahan. Sebab di lembaga itulah kekuatan rakyat dikonsolidasikan. Maka, di lembaga itu harusnya rakyat melototin bener-bener. Hubungan rakyat dengan para wakil rakyat harus definitif. Pun demikian, yang boleh jadi wakil rakyat harus yang berkelas, bukan yang hobi tidur dan mbolos. Kerjaan wakil rakyat itu ya gelar perkara atas […]

Mekanisme Perwakilan yang Kabur

Saya cenderung guyonan soal politik negara ini karena memang secara sistem politik kita bermasalah serius. Namanya bikin negara, jelas tidak setiap orang ikut turun mengurusi negara itu, maka dia memandatkan pada orang-orang yang menjadi wakilnya. Nah, mandat keterwakilan ini tidak memiliki kepastian dan definisi. Kita tidak mengikuti sistem distrik yang memberi kepastian siapa yang memenangkan […]

Kamu Mewakili Siapa?

Sejak mengalami peristiwa paling bersejarah berupa Pemilu dan Pilpres 2014, saya benar-benar belajar tentang logika dasar bernegara dan pemerintahan. Tujuannya sederhana, agar saya tahu janjane intine apa mengapa ada negara dan mengapa ada pemerintahan. Pembelajarannya tidak kemudian saya kuliah di Fisipol, tetapi sekedar mulai mokal bertanya hal-hal aneh seputar kejanggalan yang terasa sejauh ini. Pertama-tama […]