Disiplin dan sadar peran itu tidak gampang.

Menjadi rakyat itu, perannya ya memberi mandat dan mengawasi pelaksanaan mandat. Saat pemilu merahasiakan pilihannya.

Jebul, hal itu tidak mudah. Betapa susahnya menahan diri untuk merahasiakan pilihan. Bukan timses, apalagi kandidat, tapi justru paling gaduh kampanye melebihi para timsesnya.

Demikian pula menjadi menteri koordinator kemaritiman, tugasnya ya mengkoordinasikan kebijakan kementerian yang tercakup dalam bidangnya dan memastikan semua berjalan dengan baik sesuai mandat yang diberikan rakyat.

Jebul hal itu tidak mudah. Betapa susahnya bekerja sebagai menko saja. Semua diurusi, mulai dari urusan proyek hunian elit hingga persoalan stabilitas keamanan karena adanya demo besar-besaran yang berjilid-jilid. Entah menkopolkamnya ngapain aja pas itu.

Memang, disiplin dan fokus pada peran itu susah. Makanya ada juga PNS yang menjadi aktivis HTI. Itu adalah hal konyol berikutnya. Kok bisa ya, orang yang anti sama sistem negara yang katanya kafir dan sedang memperjuangkan khilafah tetap mau menjadi PNS. Apakah tidak masuk kategori munafik ya?

Saya sendiri sebagai rakyat yang pekerjaannya tidak jelas kantornya dan penghasilannya tidak rutin seperti para pekerja berdasi itu, ya beginilah adanya. Hobinya nylekit di media sosial. Sasaran nylekit saya tidak hanya pemerintah, terkadang pada sesama rakyat juga.

Surakarta, 22 Januari 2019

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.