Aksi perkosaan plus penganiayaan yang sedang hits sekarang adalah akibat dari angka pengangguran yang tinggi. Pengangguran yang saya maksud adalah pengangguran pikiran dan hati.

Hewan, meskipun sebenarnya lebih tepat disebut sebagai robot-robot super canggihnya Allah, jika ditinjau dari sudut pandangnya manusia, adalah makhluk yang pikiran dan hatinya nganggur permanen. Maka berdasarkan setting default yang Allah berikan pada mereka, hewan jantan ya pasti bernafsu kalau lihat betina, tapi itu pun jelas untuk diencuk, bukan disakiti.

Nah kalau ada laki-laki kerjaannya tiap hari bernafsu pada perempuan, dikejar, diencuk, bahkan dijejeli doran pada bagian itunya, ini kan bukti dari betapa nganggurnya dia. Padahal list tugas kemanusiaan kita itu bertumpuk-tumpuk saat ini, saking pada nggak mau mengerjakan, karena kebanyakan sibuk nyari kertas bergambar, bukan menyelesaikan tugas-tugas kemanusiaan.

Jadi saat ini jumlah pengangguran kita sebenarnya sangat tinggi. Termasuk yang di kantor-kantor maupun yang kajian di masjid-masjid lalu hasil kajiannya buat saing-saingan dan dipamerkan kepada yang lain untuk nyetempel mereka, lalu gelut tidak karuan. Alangkah beratnya tugas pemerintah kita, belum beres soal pemerintahannya yang carut marut, ancaman PHK besar-besaran membayang, ternyata sekolah dan kampus juga memproduksi angka pengangguran, bahkan sejak sebelum lulus. Sebenarnya kita bisa berpartisipasi membantu pemerintah dengan memastikan kita bukan pengangguran, baik dalam dimensi fisik, pikiran, dan hati.

Namun, jika malah ingin turut berpetualang ke dunia hewan, ya nganggurkan pikiran dan hatimu. Barangkali dunia manusia telah membuatmu bosan. Tapi, setelah itu sebaiknya jangan jadi manusia lagi, karena akan merepotkan manusia lainnya.

Juwiring, 25 Mei 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.