Jika azab didefinisikan sebagai hukuman khusus dari Allah atas kesalahan dan dosa manusia, maka peristiwa-peristiwa yang sekarang terjadi secara umum bukanlah azab.

Sebab apa yang menimpa manusia secara umum hanyalah akibat dari perilaku manusia itu sendiri yang sangat terukur secara rasional. Allah buatkan alam yang bagus, dirusak manusia dan dimodifikasi sehingga menjadi panas dan tidak nyaman. Ekosistem yang dibangun dengan harmonis, dipenggal-penggal manusia melalui subversi sains-nya.

Peristiwa-peristiwa alam yang terjadi juga sangat biasa. Semuanya memiliki tanda-tandanya dan terjadi dengan ukuran yang wajar. Gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, dll semua sebabnya dapat dijelaskan secara rasional. Gempa bumi dan letusan gunung berapi jelas terkait dengan proses alami dalam bumi. Sedangkan banjir dan tanah longsor terkait dengan perilaku manusia yang nyampah, menggunduli hutan, dan mengakibatkan perubahan iklim.

Itulah mengapa saya sangat yakin bahwa Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang sebagaimana kalimat itu diulang-ulang hingga 114 kali dalam al Quran. Tidak ada itu azab yang menimpa umat Muhammad, sebab beliau sendiri sudah mengajukan penangguhan. Seharusnya, dengan perusakan-perusakan yang dilakukan umat manusia melalui teknologi dan kerakusannya, Allah mengazab manusia dengan berbagai hukuman yang dahsyat, berupa peristiwa alam yang luar biasa. Nyatanya nggak.

Itulah mengapa orang-orang ateis saat ini menganggap Allah tidak ada. Sebab secara rasional, memang peristiwa-peristiwa yang terjadi kebanyakan masih dalam batas-batas hukum alam. Manusianya saja yang kelewat bodoh dan GR. Sehingga ia melakukan kesalahan-kesalahan teknis, lalu terkena akibatnya berdasarkan kausalitas hukum alam, kemudian GR merasa diazab. Lebih konyol lagi, ia merasa suci dan menganggap orang lain yang tertimpa kejadian itu sebagai kaum yang diazab. Betapa dengkulku nganu sekali.

Surakarta, 8 Desember 2018

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.