Saya kadang berpikir betapa efisiennya kalau negara kita menjadi federal.

Pemerintah pusat cuma punya urusan di kementerian luar negeri, militer, mahkamah federal. Kepimpinan tertinggi ada di senat federal.

Selebihnya diurus negara-negara bagian yang ukurannya cukup satu atau gabungan beberapa kabupaten saja, nggak usah segede provinsi. Mereka boleh punya cara pemerintahan sendiri-sendiri, yang penting mewakilkan satu senatornya di senat federal.

Masing-masing negara bagian wajib setor upeti kepada pemerintahan federal untuk keberjalanan pemerintah di pusat. Sedangkan kedaulatan tanah-tanah diserahkan kepada negara-negara bagian. Negara-negara bagian tidak berwenang atas militer, hanya punya kepolisian lokal.

Mungkin negara kita tidak terlalu banyak investasi seperti sekarang. Tetapi masyarakatnya pasti akan lebih kreatif sebab mereka tidak terlalu direwelkan oleh urusan Jakarta yang begitu melelahkan. Kalau kepala negara bagiannya main mata dengan cukong, rakyat melakukan demonstrasinya lebih efisien, tinggal kepung kantor negara bagian. Bandingkan dengan sekarang, masak semuanya harus demo ke Jakarta, keburu kabur itu si oknum.

Negara kesatuan dengan birokrasi super gendut kayak sekarang memang melelahkan dan tentu saja boros anggaran. Bagi rakyat, birokrasi semacam ini pasti ribet dan melelahkan. Terbukti banyak urusan yang tidak bisa beres. Tapi bagi cukong jelas menguntungkan. Mereka tinggal menyuap para pejabat Jakarta untuk meloloskan izin menggarap ribuan hektar hutan di Kalimantan tanpa perlu meminta izin masyarakat adat. Izin keluar, tinggal bawa alat berat, pekerja, dan masih dikawal tentara. Apa nggak menyenangkan sekali. Itulah berkah negara kesatuan ala dengkul kita.

Apakah rakyat berani ramai-ramai mengajukan sidang istimewa. Kita minta MPR melakukan sidang perubahan tata negara secara fundamental. Ayo ajukan permohonan itu ke MPR, biar besok nggak usah ada pemilu, pemilu beginian cuma marai koplak.

Surakarta, 10 Desember 2018

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.