Entah berapa dekade lagi atau berapa turunan lagi, sistem negara semacam ini akan ditinggalkan. Manusia akan kembali ke cara paling tradisional, yaitu memercayai sesama manusia.

Tidak usah naif, pada waktunya nanti kejahatan-kejahatan yang terakumulasi dalam tindakan negara dan pemerintah akan semakin menghancurkan kepercayaan rakyat. Dimulai dari negara-negara yang tertindas dan mungkin paling akhir nanti adalah AS, negara teroris paling berbahaya di dunia.

Sebab pada diri manusia yang paling dalam, terdapat sebuah kehormatan yang membuatnya tidak pernah mau diatur-atur oleh manusia lainnya. Hanya welas asih dalam dirinya lah yang membuat manusia bersedia memberikan pelayanan kepada manusia lainnya. Tapi, sementara ini, manusia masih banyak yang memercayai adanya kekuasaan dan rela diinjak-injak oleh manusia lainnya.

Saya sendiri merasakan di mana pun saya berorganisasi, saya tidak betah jika organisasi berbentuk piramida. Jika piramida itu sifatnya koordinatif masih mungkin. Kebanyakan organisasi piramida itu teknisnya memang menginjak yang berada di paling bawah dan yang paling atas menikmati fasilitas maksimal. Dan itulah yang dihancurkan Nabi Muhammad pada masa dakwahnya. Nabi mendidik manusia untuk egaliter. Penghormatan bersifat kultural karena indahnya kepribadian, bukan karena jabatan.

Maka dari itu, saya pelan-pelan mendidik diri sendiri untuk selalu menjaga jarak dengan aneka sistem. Bahwa sekarang secara formal tetap menjadi bagian dari sistem negara, sebab saya masih manusia fisik yang secara interaksi terikat dengan hukum negara. Tetapi siapa yang bisa mengendalikan pemikiran-pemikiran saya?

Surakarta, 25 November 2018

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.