Selain HTI, sebenarnya banyak organisasi trans-nasional yang berada di Indonesia, salah satunya PSSI. Meskipun namanya pakai kata Indonesia, PSSI itu tunduknya sama FIFA. Hanya saja PSSI tidak dikasuskan seperti HTI, sebab tidak mengganggu stabilitas politik, karena bukan organisasi massa.

Selain organisasi, banyak korporasi multinasional yang bercokol di Indonesia. Kalau yang ini jelas diberi karpet merah oleh pemerintah. Bahkan sudah sejak zaman Pak Harto berkuasa. Mengapa? Sebab mereka menyejahterakan para pejabat pemerintah. Lho, kan belum tentu menyejahterakan rakyat? Ya. Tapi negara ini kan diklaim miliknya pemerintah. Jadi asal menguntungkan para pejabat, maka dibuatlah kebijakan.

Buktinya kalau masih ada rakyat protes penggusuran, tapi pemerintah ngotot menggusur ya tetap digusur kok. Buktinya kalau masyarakat protes soal perusakan dan penggundulan hutan, tetapi kalau pemerintah menghendaki hutan tetap gundul demi memberi fasilitas kepada para pengusaha sawit, akhirnya penggundulan hutan tetap berlaku. Ya semua demi kesenangan para pejabat. Rakyat harus tahu diri dan minggir ketika pejabat dan cukong “duwe karep”.

Lama-lama, gagasan tentang negara itu akan basi. Dahulu, bangsa-bangsa ini mendirikan negara karena berharap bisa merdeka dari penindasan sang penguasa besar. Mereka ingin mencitakan sebuah pemerintahan berdaulat yang menjalankan kehendak mereka sendiri. Keinginan luhur itu kini justru dibajak oleh kepentingan ekonomi dan aneka organisasi absurd yang membuat negara makin lama hanya tinggal nama dan peta. Tetapi hakikat kedaulatannya terus dikikis.

Pada akhirnya nanti, manusia-manusia memang akan terbelah dua kelompok. Keduanya sama-sama meninggalkan gagasan negara. Tetapi kelompok pertama bersatu dalam semangat materialisme. Kelompok kedua bersatu dalam cinta kemanusiaan. Kelompok pertama saling berebut materi, jadi tampak saling bermusuhan, tetapi mereka sangat kompak bermusuhan, sebab misinya sama, rebutan materi. Kelompok kedua ibarat sekoci-sekoci yang menghindarkan diri dari air bah perebutan materi oleh manusia. Kelompok kedua ini spiritnya sama, tapi terpisah-pisah dalam sekoci masing-masing, sampai akhirnya nanti disatukan dalam keberanian melawan penyembah materi.

Garis waktu akan berjalan ke sana. Percaya tidak percaya, silahkan!

Surakarta, 26 November 2016

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.