Belajar dari pendiri tirto.id, untuk mewujudkan sebuah situs berita yang bagus dengan kualitas pemberitaan dan jurnalistiknya, terkadang harus dimulai dengan membangun situs-situs digital yang menjanjikan secara kapital, seperti detik.com dan merdeka.com.

Tentu itu pilihan realistis beliau agar bisa mewujudkan tirto.id. Untuk membuat situs yang bagus dan tidak tergantung pada pemilik modal, seorang bos media harus kaya sekaligus idealis. Sebab para jurnalisnya juga harus dijamin kesejahteraannya agar tidak jadi jurnalis bodrex.

Sekarang kita bisa merasakan bedanya tirto.id dengan media pemberitaan lainnya. Anda boleh tidak setuju dengan isi beritanya. Tetapi mosok nggak mengakui bahwa kualitas pemberitaan tirto.id jauh di atas rata-rata di banding situs lainnya. Apalagi situs abal-abal yang kerap disebar para cebong dan kampret. Kalau situs jadi-jadian itu mah, isinya cuma nyenengin para penyebarnya.

Di era kapitalisme sekarang, memang butuh strategi dan ketahanan mental yang bagus agar tidak tenggelam dalam godaan materinya. Seperti halnya Steve Wozniak, salah satu pendiri Apple bersama Steve Jobs. Sebagai legenda, seharusnya dia sudah sangat-sangat kaya hanya dengan berpangku tangan menerima royalti atas karya-karyanya. Tapi itu tidak dilakukannya, dia tetap menikmati aktivitasnya seperti dahulu.

Kapitalisme itu tidak selalu identik dengan orang-orang kaya. Ia juga bisa menghinggapi orang-orang yang hidupnya pas-pasan tapi pola pikirnya konsumtif dan hedonis. Kalau orang-orang kaya menjadi kapitalis itu wajar, sebab mereka tidak ingin kembali miskin sehingga menindas siapa pun agar kekayaan itu tersedot ke pihaknya. Lha kalau orang-orang pas-pasan, tapi pola pikirnya kapitalistik kan jadi lucu. Udah ngutang demi tampang, masih terbelenggu oleh angan-angan ingin kaya, tapi faktanya tetap kere. Kasihan sekali kan.

Surakarta, 15 September 2018

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.