Menurut saya, rukun Islam itu adalah metode tentang pengabdian yang sempurna, bukan senang-senang, apalagi mencari nyamannya.

Dimulai dari syahadat, itu persaksian iman yang urusannya hidup mati, tidak boleh lirak-lirik, apalagi selingkuh alias mendua, meniga dan seterusnya (maaf saya masih jomblo, baru mulai ngliriki, jadi jangan tanya pernah selingkuh apa belum).

Kemudian shalat, itu tentang bukti persaksian yang paling tegas, karena di dalamnya terkandung kedisiplinan, kepatuhan, dan kesungguhan, makanya kalau bisa shalatlah bagaimana pun keadaannya baik di tempat tenang, bising, di dalam masjid yang karpetnya wangi, maupun di atas rerumputan.

Kemudian puasa, itu tentang kesetiaan yang hanya bisa dijaga dengan internal jiwa yang jujur, jadi puasa itu olah jiwa, bukan soal mau buka puasa di mana, menunya apa, apalagi kok malah sampai menyetok obat-obatan, bukankah puasa itu semakin menderita semakin bahagia seharusnya.

Kemudian zakat, itu adalah komitmen sosial untuk menjamin bahwa persaksian kita memelihara kehidupan, semakin Islami sebuah masyarakat seharusnya setoran zakatnya semakin sedikit, karena hartanya tidak pernah mencapai nisab akibat rajin diinfaqkan tanpa harus nunggu setahun dulu, apalagi pakai konferensi pers.

Terakhir adalah haji, ini adalah puncak dari semua perjuangan yang tidak terperikan beratnya, kalau berangkat haji diniati nggak pulang sekalian biar diwafatkan setelah diwisuda sebagai muslim yang sempurna, karena kalau bisa pulang berarti levelnya sudah setingkat di atas manusia awam dan siap jadi penjaga agama ini, siap mempertaruhkan segala-galanya demi menolong agama-Nya.

Jadi, kolom agama dalam KTP itu memang cukup merepotkan umat Islam, terutama saat menjelang pemilu. Tapi mau bagaimana lagi, karena di zaman modern ini ber-Islam itu sangat praktis. Cukup hubungi ustadz terdekat, bersyahadat di depan orang banyak, diunggah di media sosial diselamati ribuan orang, mengisi form di dukcapil untuk kepindahan agama, maka Anda akan mendapatkan sertifikat sebagai seorang yang beragama Islam. Jalur paling ekspres adalah saat kedua orang tua adalah muslim, maka otomatis dapat sertifikat sebagai seorang yang beragama Islam. Malaikat terheran-heran menyaksikan manusia modern punya kebijakan ampuh seperti sekarang, mereka bertanya-tanya, lewat jalur siapakah manusia bisa mendapatkan lisensi dari Allah untuk menerbitkan sertifikat semacam itu. Para malaikat saling pandang dan bertanya, “Kamu?”, “Kamu?”, mereka saling menggeleng.

Jadi kesimpulannya ……

Juwiring, 4 Oktober 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.