Sejak saya kuliah di pendidikan, banyak membaca soal tema-tema pendidikan, banyak dolan dan melihat berbagai macam alternatif pendidikan, saya justru merasa ada sebuah masalah dari kebijakan seragam untuk anak-anak. Saya bertanya, apa anak-anak perlu dipakaikan seragam saat ke sekolah? Untuk apa dan apa manfaatnya?

Menurut saya, pembiasaan memakai seragam sejak dini turut mendukung proses penyeragaman pikiran yang saat ini masih terus berlangsung secara massal di Indonesia maupun dunia akibat kurikulum pendidikan yang terlalu sak klek secara nasional dan pembentukan opini media massa yang terlalu dominan. Meskipun dengan adanya media sosial lumayan membantu sebagian yang ingin menemukan alternatif bahan berpikir, tetap saja untuk masyarakat negara-negara yang baru kenal handphone belum lama dan baru senang-senangnya belajar apa pun, itu akan menjadi sangat anu.

Saya lebih cocok kalau usia anak-anak hingga masa baligh mereka jangan dibebani dengan urusan seragam-seragaman yang dipaksakan. Pokoknya anak mau sekolah yang penting berpakaian rapi dan sopan menurut standar agama dan kebudayaan yang berlaku di daerah itu. Saya fokuskan pada soal seragam saja, biar tidak rempong. Jika sejak kecil anak-anak terbiasa melihat cara berpakaian manusia yang bervariasi dan berwarna-warni, anak-anak akan terbiasa dengan melihat perbedaan, minimal secara fisik. Hal ini akan membantu argumentasi-argumentasi rasionalnya kelak ketika dia mulai mletik dalam berpikir.

Yang diseragamkan sejak masa kecil, selain bahasa ibu dan bahasa pergaulan, ya yang jelas-jelas diperintahkan Allah saja lah. Misalnya kalau seorang muslim kan diperintahkan shalat 5 waktu, yang lebih afdhol pas tidak ada udzur ya berjamaah di masjid, serta menjalankan rukun Islam lain beserta ibadah-ibadah yang dahulu lazim dilaksanakan umat Islam secara serentak dari masa ke masa. Selain itu, mbok sudah umat Islam itu jangan dibebani dengan yang tidak-tidak. Mosok pakaian diseragamkan, itu pun ternyata promonya cuma buat melariskan dagangannya sendiri. Wagu sekali.

Nah, barulah ketika anak-anak mulai matang pikirannya, konsep seragam dikenalkan. Ketika anak mengenal ideologi dan organisasi, saat itulah konsep seragam akan mereka pahami. Jika mereka ingin menjadi bagian dari pasukan militer, maka mereka akan mengenal seragam dan kedisiplinan khas tentara. Jika mereka ingin berorganisasi ini itu hingga kelak menjadi politisi, mereka memiliki pemahaman tentang seragam secara matang, tidak sekedar pakaian tetapi juga metode yang disepakati.

Dengan metode semacam ini, maka ketika sudah dewasa kita tidak terbiasa alergi dengan perbedaan pendapat dan tidak lelah untuk selalu beradu argumentasi pada forum-forum yang tersedia. Dengan kata lain, kita terbiasa menjadi manusia yang harus berpikir, bukan sekedar terima praktisnya saja. Ketika kita menyelenggarakan organisasi, gerakan, atau yang semacam itu kita akan sadar bahwa hal-hal yang seragam dalam wadah itu bukanlah semua hal, melainkan beberapa hal saja yang bisa kita sepakati, selebihnya ktia sebagaimana anak-anak melihat perbedaan pakaian ketika bersekolah di masa kecil.

Tapi sekali lagi, ini pendapat saya. Anda boleh berpendapat lain, karena bagaimana pun seragam di sekolah itu sangat penting, karena ….. lanjutkan sendiri.

Juwiring, 8 September 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.