Biar Ahad paginya hot, ada angan-angan menarik gini. Masak sih zionis Israel ga bisa membumihanguskan Palestina? Wong menguasai ekonomi dunia dan mendikte AS aja bisa, sehingga AS bisa mengangkangi negara-negara yang memusuhi Israel. Bagaimana jika itu hanya trik menunggu, seperti para jomblo (termasuk saya) yang sedang menunggu saat yang tepat. Hahaha.

Gini, maksud saya, kerusuhan di seluruh lingkarannya Israel memang sengaja diciptakan dulu, entah namanya Arab Springs, kudeta militer, kudeta sipil atau apa pun lah namanya. Karena media-media dunia, you know lah siapa penguasanya, juga bisa diatur mau nyocot kayak gimana. Nah situasi yang rusuh di sekitar Israel akan dijadikan momen untuk melegitimasi negara teroris itu mengumumkan perang dan mengeluarkan senjata aslinya yang selama ini cuma dikeloni.

Kan NATO yang bikin rusuh dimana-mana ya cuma diprotes kecil-kecilan, nah berarti ke depan potensi serangan Israel ke seluruh Arab bisa dilegitimasi, saat otak manusia sedunia semakin pekok karena ditipu berita. Kan sekarang kriminal udah mulai disebut jihad. Lalu jadi PSK di timteng disebut jihad sex. Bunuh diri pakai bom juga disebut jihad. Pendidikan sekuler di sembarang tempat, asal dibuka dengan salam dan kalam bahasa Arab dah disebut Islami. Perbankan dilabeli istilah Arab sudah disebut Islami. Wkwkwk, kan penipuan akan terus berjalan sampai orang ga bisa mikir.

Kalau sekarang Israel iseng-iseng ngirim rudal dan menindas rakyat Palestina, itu test untuk melihat respon dunia. Yakin mereka pas mundur karena kalah? Kalau tentaranya ketakutan sih itu soal personal, tapi soal amunisi dan persiapan tempur, apa Israel selemah yang kita bayangkan? Bukannya nanti di akhir zaman bangsa Arab memang akan dimusnahkan, dan yang akan menghancurkan Israel adalah pasukan dari Timur (kali aja Indonesia, ngarep gitu deh). Itu pun baru terjadi setelah perang habis-habisan yang mau tidak mau akan terjadi, yang bakal meludeskan sekian persen penduduk dunia. Salah kita bersama juga, belajar sains malah buat bikin senjata.

Makanya, yang hingga hari ini demen sama kerengan, kubu-kubuan, dan yang seperti itu, hati-hati saja. Apalagi sehebat-hebatnya kerengan di SMS, WA dan medsos, yang kaya ya yang punya jasa layanan dan operator selulernya. Kalau kerengannya brutal di lapangan yang kaya ya media massa yang bisa bikin berita dan siaran. Kalau pakai poster-poster anti ini itu, yang kaya ya produsen tinta, mesin plotter, dan media plano-nya. Kita mah dapatnya baper, sampai diem-dieman aja akhirnya. Wong ga diniati kerengan aja bisa jadi salah paham dan mengakhiri semua hubungan je (yang ini curhat). Wkwkwk

Umat Islam mah kebagian rame-rame, jotosan, benci-bencian, dan yang gitu-gitu aja. Ya memang menyedihkan sih dilihat. Karena gelut itu adalah syariat hewan. Perang yang disyariatkan mah syaratnya banyak, dan hanya sanggup dilakukan oleh orang-orang yang Islamnya paripurna. Malulah sama anak-anak di Palestina, yang masa kecilnya diisi dengan perjuangan karena memang mereka harus demikian. Kita yang disini ribut melulu satu sama lain. Kapan kita mau jadi negara super power, yang tekanan politiknya bisa didengarkan AS dan sekutunya, ditakuti Rusia dan sekutunya.

Atau memang kita harus berperan sebagai bangsa yang ribut? Menjadi martir kekonyolan isu-isu yang embuh benar salahnya ketika sampai ke telinga kita. Embuh lah, yuk lanjutin jalan-jalannya.

Juwiring, 17 Juli 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.