Hari ini habis sowan ke salah satu supermom-nya siswa SABS. Nek ibu-ibu do berdaulat ngene, generasi Indonesia masa depan bakale cerah. Berikut di antara hal-hal yang telah beliau pikirkan dan lakukan (berdasarkan pengamatanku).

  1. Yang berkewajiban mendidik anak itu ya orang tua, saya yang bikin program belajar anak saya, sekolah tak kasih jatah bantu mendidik saja.
  2. Yang ngatur anak masuk sekolah atau tidak ya anak saya sendiri dan saya komunikasikan dengan sekolah, wong anak saya yang butuh belajar banyak hal tentang hidupnya.
  3. Anak saya punya cita-cita kehidupannya sendiri, tugas saya ya menemani dan mengarahkan agar dalam mencapai cita-citanya niatnya benar. Cita-cita anak saya hingga hari ini adalah menjadi tukang bangunan, sejauh usianya ini dia bisa menjelaskan alasannya dengan logis. Nanti toh akan berkembang sendiri seiring proses dan tanggung jawab yang diperoleh dari pengalaman aktivitasnya.
  4. Dia sangat suka dengan pekerjaan terkait bangunan, terutama ngecat tembok. Jadi kalau tetangga atau om-nya ada yang lagi ngecat, dia minta libur sekolah dan bantu ngecat.
  5. Saya tidak terlalu ambil pusing soal ijazahnya, yang terpenting anak saya tumbuh normal dalam petualangannya dan rajin bekerja sejak kecil. Dia nanti akan survive sendiri.

Dan saya yang masih jomblo, punya referensi kan. Ini bukan soal style atau yang ketok-ketok dari seorang perempuan di zaman ini yang kebanyakan identik dengan fashion atau foto-foto, ini soal tauhid dan pola pikir. Saya belajar dari supermom ini. Makasih Bunda atas makan siangnya yang mencerahkan.

Juwiring, 17 Juli 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.