Peralihan adikuasa dunia dari Britania Raya ke AS tumbalnya adalah ratusan juta jiwa, baik melalui revolusi-revolusi lokal, perang dunia I dan II, revolusi komunis, dan perang dingin. Cobalah untuk sedikit curiga, itu alami atau sengaja didesain? Bangsa mana saja yang dimusnahkan dan apa dampaknya? Jaman itu nuklir belum semaju sekarang.

Kini adikuasa AS sepertinya mulai tidak dibutuhkan lagi, dolarnya mulai goyah, dan otomatis mata uang lainnya mulai ketar ketir. Hahaha, jangan tanya nasib Rupiah deh. Siapa adikuasa baru yang akan lahir? Bocorannya sih Israel Raya. Lho kok Israel? Itu kan negara kecil. Biarpun kecil jangan diremehkan. Singapura aja jadi penguasanya Asia Tenggara, apalagi Israel. Qiqiqi.

Tapi itu tidak mudah, sebab Rusia, China, dan sekutunya relatif susah diatur. Mau dikeroyok NATO sekalipun, bisa jadi persenjataannya berimbang, tidak seperti Afghanistan, Irak dan Libya yang relatif lebih kecil kekuatannya. Apalagi sekarang teknologi nuklir sudah sedemikian mutakhirnya. Penumbangan rezim-rezim kuat Arab sudah dimulai sejak tahun 2000 (sebenarnya sejak 1990-an sih).

Tinggal Suriah, pemimpinnya memang diktator, tapi kesabaran rakyat Suriah terhadap kepemimpinan diktator jauh lebih mengagumkan. Sayangnya kesabaran mereka kini diciderai dengan amuk perang antar kubu demi kepentingan bisnis, dan rencana besar itu tentu saja. Mereka yang terbunuh akibat fitnah ini, insya Allah menjadi syuhada. Tapi yang perang demi bayaran ribuan dolar, semoga menemui balasannya.

Kenapa Arab Saudi nggak? Qiqiqi. Ngapain diserbu, wong udah support pangkalan militer dan landasan pacu. Kalau ada rakyatnya yang protes, difatwai bughat dan nasibnya terancam seperti Dr. Aidh al Qarni. Cuma alhamdulillah sampai hari ini, Abuya Sayyid Alwi al Maliki al Hassani tidak diusik dari kediamannya. Arab Springs sudah berjalan. Yuk hitung yang mati, sambil nangis dan mikir. Tolol banget kita, mau-maunya kita diajak kubu-kubuan di perang aneh macam gini.

Mari berdoa agar negeri ini tidak terseret arus perang global seperti zaman revolusi 1940-1950 dan 1965. Ingatlah, zaman itu bangsa kita menjadi sangat brutal baik membantai orang asing maupun sesama bangsa sendiri. Kemarahan membuat bangsa kita sangat sadis dan mengerikan. Bangsa yang sekarang kelihatan ramah ini sangat berdarah dingin dalam memutilasi dan memenggal kepala siapa yang dianggap musuhnya. Jangan dikira mbah-mbah kita dulu ga bisa sadis kayak gitu. Apa kita mau menjadi makhluk seperti itu lagi? Lalu apa bedanya dengan hewan?

Adu domba akan terus digosokkan ke muka kita setiap hari. Dengan isu pemerintahan kita yang memang lucu sejak pasca 1998, dengan konflik timur tengah yang kita sebenarnya nggak ngerti-ngerti betul, dan dengan kebodohan kita yang mudah diadu domba dengan perselisihan antar madzhab, “Islammu merk-e apa Dab?”. Hahaha. Jika kita mampu bertahan dan menutup mata dari pancingan ketololan itu, insya Allah kita akan tetap jadi manusia, sampai akhir hayat kita.

Juwiring, 24 Mei 2016

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.