Yang barangkali dilupakan para pejuang Khilafah maupun kaum puritanis adalah sekalipun Turki Utsmani masih diakui banyak ulama sebagai pelanjut daulah Islam, rezim-rezim di Persia menolak hingga mereka melembagakan madzhab Syiah di wilayah kekuasaan mereka sebagai bentuk perlawanan kulturalnya.

Kabilah-kabilah di Najd juga tidak jauh beda, mereka begitu bersemangat mengincar Haramain dengan dalih memurnikan agama agar dapat mengalahkan pamor Turki Ustmani. Hingga ketika persekutuan al Saud dan Inggris terjadi, aliansi ini berhasil merebut hak penguasaan kedua tanah suci itu, dengan jumlah korban puluhan ribu. Di antara korbannya adalah beberapa ulama dari Nusantara yang kala itu banyak menjadi pengajar di sana. Pasca perebutan ini, berdirilah negara yang dinisbatkan pada nama dinasti yang menang, al Saud.

Urusan khilafah tak seideal dan segampang menghafal pelajaran tentang struktur organisasi pemerintahan kayak di pelajaran IPS tingkat SD. Perkara semacam ini sesungguhnya sangat rumit dan kompleks, ga sekedar solusinya praktis seperti banyak beredar kiat-kiat praktis masuk syurga. Kekhilafahan sejati dihubungkan oleh jalinan silaturahim para ulama. Karena Turki sendiri hanya berkuasa secara penuh pada wilayah yang diduduki pasukannya, sedangkan wilayah yang luas dari dunia Islam memiliki pemerintahan sendiri yang pasang surut seperti Persia dan Nadj tadi.

Sabda nabi, ada dua golongan dari umatku, yang jika mereka baik maka baiklah seluruh umat, yang jika buruk maka buruklah seluruh umat. Mereka adalah penguasa dan ulama. Jika penguasa tidak lagi melayani kepentingan umat (dalam arti menyeluruh) dan ulama (orang-orang yang dititipi ilmu) tidak jujur dengan ilmunya, mari kita nikmati kesudahannya. Sembari bikin-bikin tindakan yang baik untuk membesarkan hati kita masing-masing.

Note:
Satu-satunya Raja Saudi Arabia yang menurutku luar biasa besar jasanya untuk umat Islam adalah Raja Faishal rahimahullahu ta’ala. Raja yang berhasil menjadi motor persatuan Arab dan berjuang hingga titik darah penghabisan melawan Israel. Menurut catatan yang saya tahu, beliau pernah berdoa agar diwafatkan dalam keadaan syahid jika tak mampu merebut Palestina dari cengkeraman Israel. Dan Allah mewafatkannya setelah ditembak keponakannya yang menjadi agen CIA AS. Semoga beliau meraih apa yang diimpikannya itu.

Juwiring, 21 Januari 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.