Ruang perebutan kekuasaan itu mending untuk politikus usia 50 tahun ke bawah. Yang sudah di atas itu mbok mending do jadi sesepuh saja, baik di partai masing-masing atau jadi negarawan sekalian.

Selain itu, ormas-ormas yang usianya lebih tua dari NKRI mbok menahan diri dan menjaga jarak dari urusan politik praktis. Terutama NU dan Muhammadiyah, dengan sangat mohon para penggedenya jangan dekat-dekat dengan istana.

Sebab kalau ormas-ormas raksasa itu terlalu dekat dengan politik praktis, yang rugi adalah generasi muda Indonesia itu sendiri. Ruang eksperimen gagasan menjadi mati, karena mereka kehilangan nyali di hadapan para tetua dan rawan dicap anak durhaka ketika salah tingkah di hadapan mereka.

Ruwetnya perpolitikan kita sekarang karena yang tua-tua tidak ada ngalahnya. Usia mereka yang sudah di atas 50 tahun tetap ingin berkuasa baik sebagai presiden, menteri, gubernur, bupati, dan anggota legistlatif. Seharusnya mereka menjadi mentor politikus muda dan memberi kesempatan seluas-luasnya untuk eksperimen gagasan baru.

Kalau orang-orang tua masih gemar rebutan seperti anak-anak, siapa yang harus mengingatkan mereka? Kalau yang rebutan para politikus muda, para negarawan dan politikus senior bisa menampakkan kebijaksanaannya. Lha kalau seperti sekarang ini? Yang tua-tua nggak pada mau ngalah. Apakah kita harus memohon kepada Allah agar kematian mengingatkan mereka semua.

Ya, mungkin ketika kita tak sadar umur, hanya kematian yang akan mengingatkan kita. Satu kali peringatan keras, yang tidak akan pernah ada kesempatan untuk memperbaikinya lagi. Semoga yang sudah tua sadar usia dan mau melepaskan keinginan-keinginan mereka untuk terus meracuni generasi muda yang kini sedang menanggung tantangan bonus demografi di tahun-tahun yang akan datang.

Semoga para tetua kita segera kembali. Kembali ke jalan yang benar. Kembali pada kesadaran usia mereka. Kembali menyadari bahwa ini bukan zaman mereka lagi. Semoga, sebelum peringatan paling akhir itu datang.

Surakarta, 5 Februari 2019

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.