Tingginya minat orang terjun di dunia politik, terutama dari kalangan preman, pengusaha, dan artis menunjukkan bahwa mereka sudah lelah bekerja keras mencari uang.

Sebab dibandingkan mengurus perusahaan dan menjadi selebritis, menjadi politisi itu bisa lebih santai, sekaligus tetap bisa memiliki akses yang lebih besar untuk mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya.

Kalau orang yang berpolitik didasari sungguh-sungguh untuk memperjuangkan hak rakyat, pastinya bursa pencalegan dan pil-pilan lima tahun itu tidak akan terlalu ramai. Memperjuangkan aspirasi rakyat itu berat lho.

Misalnya kota Solo menurut sensus 2010 penduduknya sekitar 500 ribu jiwa. Anggota DPRD-nya cuma 45, artinya jika diasumsikan tanggungannya sama, setiap anggota dewan memperjuangkan aspirasi 11.111 orang. Apalagi ketika jadi Walikota dan Wakil Walikota, ia harus memastikan pelayanan kepada 500 ribu jiwa plus para tamu yang datang dan ngekos di Solo. Luar biasa to banyaknya. Dan pasti berat tugasnya.

Dengan besarnya urusan semacam itu, masak iya preman, pengusaha, dan artis begitu percaya diri bisa menunaikan amanah sebesar itu. Masak iya, preman mau-maunya ribet ngurusin begituan. Kan mending malakin setoran. Masak iya, pengusaha mau capek-capek mengurus begitun, sementara gajinya mungkin lebih kecil dibandingkan kalau ia tetap berbisnis. Masak iya, artis mau bekerja keras memperjuangkan rakyat, lebih enak mejeng di TV atau jadi bintang iklan dibayar kan. Tapi kenapa mereka tertarik dengan dunia politik? Ya apalagi kalau bukan soal uang.

Menjadi politisi itu idealnya memang mewakafkan hidup untuk sebuah tugas yang tidak kenal istirahat selama masa tugasnya. Jadi saya membayangkan dengan kondisi yang begitu susah seperti sekarang, idealnya politisi-politisi itu sampai kurus, kurang tidur, hingga sesek dadanya melihat kemiskinan dan berbagai penindasan yang dialami rakyat. Meskipun hak keuangan mereka besar, tapi mereka hanya mengambil yang jadi gajinya saja, selebihnya ia maksimalkan untuk menjalankan tugasnya.

Tapi tentu saja itu hanya omong kosong saya. Sebab sebagian besar politisi yang saya lihat wajahnya justru tampak sumringah dan bahagia. Bahkan tabungannya justru bertambah. Mobil mewahnya bertambah. Rumahnya makin bagus. Penampilan anak-anaknya makin wow. Perhiasan istrinya makin berkilauan. Sangat sedikit politisi yang saya kenal tetap bersedia ngontrak, berumah sederhana, tetap tampil biasa-biasa saja dan enggan menerima amplop-amplop gelap.

Saya doakan para politisi yang masih setia mengontrak, berumah sederhana, tetap tampil biasa-biasa saja, tetap dekat dengan rakyat dan bisa merasakan penderitaan rakyat senantiasa diberi kesejahteraan lahir batin. Kalau ada garukan KPK, tetap selamat. Kalau ada jebakan barang nylempit, tak ikut terciduk.

Surakarta, 5 September 2018

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.