Semoga warga DKI diberikan ketenangan untuk berpikir dan berdamai satu sama lain agar tidak ribut dalam pemilihan Gubernur. Lebih mengutamakan solusi ketimbang propaganda anti-antian yang lucu.

Karena kalau sekarang teriak-teriak “jangan sampai kita dipimpin oleh orang kafir”, saya di sini malah ketawa sampai mulas. Itu kayak orang mengajak hari ini puasa sambil ngemut permen. Atau ngelarang maksiat sambil minum bir. Lha apa sekarang kalian ga sedang dipimpin orang kafir to.

Sudahlah, sareh, dan jika memang umat Islam DKI mau bersatu untuk mewujudkan kepemimpinan DKI baru yang dianggap lebih baik ya semoga terwujud. Pilih pemimpin dari rahim umat Islam, tanpa harus ngelek-elek si A pol-polan. Ra usah dielek-elek, wong dia sendiri sudah punya kasus banyak dan entah nanti bisa mengatasi apa nggak.

Salah satu inti ajaran Islam itu ngampet (menahan). Maka salah satu rukun Islam itu ada puasa. Spektrum dari puasa ini sebenarnya tidak sekedar menjalani syariat puasa di bulan Ramadhan, tetapi memang mewujudkan hidup “ngampet” dari perkara-perkara yang melebihi batas. Sebagaimana menjalani hidup itu harus “nyekseni/ sadar”, “shalat/ ngabdi”, “zakat/ peduli sekitar”, dan “haji/ berjuang totalitas”.

Ajaran Islam itu lebih banyak tentang ngerem ketimbang ngegasnya. Kalau ndak percaya, pelajari sirah Nabi dan para sahabat, apa yang diwejangkan Kanjeng Nabi pada mereka. Yang pada mau ngegas pol-polan urusan shalat, sedekah, dll aja diminta samadya saja kok oleh Kanjeng Nabi. Lha sekarang kok malah musimnya semangat berlimpah sambil ngegas pol. Akhirnya croottttttt, preketek preketek preketek. Lalu yang lihat menjerit, “jijaaaayyyyy” sambil lari. Kalau sudah begini, siapa yang rugi?

Juwiring, 22 April 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.