Banyak yang mengira bahwa pasca Perang Dunia, penjajahan dunia selesai. Padahal itu justru awal penjajahan di segala bidang. Hehehe

Sebelum era kolonialisme, masyarakat dunia sangat berdaulat. Kekuasaan memegang peranan penting dalam kedaulatan sebuah wilayah. Mereka membangun kedamaian dengan perang yang diakhiri perjanjian. Jika masanya harus perang, maka perang kembali terjadi. Itu tidak dapat dielakkan, yang penting manusia mematuhi hukum-hukum perang yang berlandaskan pada kemanusiaan dan keadilan.

Namun masa itu semakin surut seiring ditemukannya persenjataan canggih dan mesin-mesin industri. Kolonialisme mulai terjadi, tradisi penguasaan manusia atas manusia terjadi. Terutama berubahnya fungsi uang, dari yang semula alat tukar menjadi ukuran kekayaan manusia. Era lampau yang sebenarnya berhasil diberangus oleh Islam dengan konsep keadilannya kembali muncul di permukaan. Manusia mulai berkelana mencari tempat yang dianggapnya menjanjikan masa depan. Mereka digerakkan oleh sebuah kekuatan tak terlihat.

Sampailah pada fase penguasaan daerah oleh satu bangsa terhadap bangsa lainnya tanpa ampun. Biasanya suatu daerah jatuh karena penguasanya menyerah dan berkhianat pada rakyatnya demi uang. Selain itu, para pemimpin yang jujur juga dikhianati sehingga ditangkap dan dihabisi. Lagi-lagi semua pengkhianatan itu dilakukan demi uang yang kini telah berubah fungsi menjadi ukuran kekayaan dan kehormatan. Kestabilan kekuasaan dan ekonomi negara/ kerajaan di berbagai belahan dunia pun mulai tergoncang. Siapa yang akan bersiap mengambil untung? Tentu saja para konseptor uang dan komplotannya.

Perang Dunia I pecah, negara-negara besar yang dahulu berdaulat atas wilayah dan segala isinya, hancur terpecah-pecah. Mulailah konsep-konsep pemerintahan modern diwujudkan dalam bentuk negara baik itu fasis, komunis, demokrasi dll benar-benar bisa dibangun di era itu. Bukannya semakin stabil, tetapi justru semakin besar gejolaknya karena balas dendam dan nafsu ekonomi antar bangsa semakin ke ubun-ubun.

Perang Dunia II pecah, negara-negara semakin pecah berkeping-keping. Semuanya rugi secara materi dan tak berdaya lagi. Itu perang yang penuh kecurangan, dan sudah didesain sekelompok negara akan menjadi pemenangnya, karena merekalah nanti boneka yang akan menjalankan misi menguasai dunia. Negara yang terpecah-pecah itu ditawari mendirikan negara baru yang kecil, tentu saja dengan utang. Dan dari mana utangnya? Tentu saja kalian tahu kan.

Maka sejak saat itulah kendali ekonomi dunia berada pada satu pintu. Bagi umat Islam itu bukan saja mimpi buruk, tetapi pelanggaran amaran al Quran yang sangat serius. Karena si pengatur mekanisme ekonomi itu mengharamkan apa yang dihalalkan al Quran dan menghalalkan apa yang diharamkan al Quran. Maka kini seluruh dunia dalam pelanggaran massal terhadap salah satu perintah Allah dalam al Quran.

Sejak saat itu, maka kendali dunia ada di bidang ekonomi. Orang yang akan berkuasa di suatu negara, sudah pasti harus pro dengan konsep ekonomi tunggal dunia itu. Orang beragama pun, motifnya tidak jauh beda dengan yang berkuasa itu. Di fase inilah cuci otak besar-besaran terjadi dan kegelapan melanda dunia. Kegelapan yang disebut sebagai pencerahan. Inilah kegelapan yang sangat gelap karena yang diselimuti tidak merasa gelap. Aneh sekali kan.

Karena kegelapan sedemikian pekatnya, maka adakah kebenaran yang masih bisa dilihat dengan terang? Kecuali jika kita berhasil membuat diri kita menjadi pelita. Itulah yang kusebut penjajahan di segala bidang. Cukup ciptakan satu kegelapan paling pekat, maka semuanya akan berlutut karena ketidaktahuannya. Tanpa perlu perang, apalagi pembantaian. Karena orang yang berada di kegelapan akan senang untuk saling membantai satu sama lain.

Juwiring, 21 April 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.