Dari semua kajian-kajian Islam yang masuk dalam broadcast grup maupun private message, saya paling menaruh perhatian pada masalah sejarah, terutama pembahasan yang bersifat analitik.

Yang paling saya rindukan adalah adanya kajian shirah Nabawiyah dan era keemasan khalifah 4 dengan pendekatan yang komprehensif secara politik, ekonomi, sosial kebudayaan. Kemudian dilanjutkan dengan proses2 perubahan sosial yang terjadi dr masa ke masa sejak runtuhnya kekhalifahan 4 dan berganti menjadi daulah2.

Masa2 kebangkitan pertama di era Nuruddin Zanky dan Shalahuddin al Ayyubi yang terus bertahan hingga runtuhnya daulah Turki akibat pemberontakan2 di wilayah Arab terutama di jazirah utama Arabia yang kini melahirkan Arab Saudi. Dan tentu saja, perjuangan dakwah Islam di Nusantara dari awal kedatangan para juru dakwah generasi pertama hingga memasuki era modern sampai hari ini.

Sehingga pemahaman umat itu menjadi utuh dalam melihat laku manusia-manusia itu sebagai individu dan bagian sistem sosial yang nyata, simulatif, dan aplicable. Tidak menjadi penggalan-penggalan kisah yang terkadang oleh kaum posmodernisme yang angkuh diejek sebagai dongeng legenda dan mitos saja.

Hanya saja, selama metode kajiannya masih didominasi dengan cara satu arah yang cenderung doktriner, generasi2 muda yang tengah bersemangat ini akan sulit berpikir kritis dan kreatif dalam membaca perubahan zaman berdasarkan pola-pola dari sejarah perjuangan umat Islam yang panjang ini. Apalagi jika kita malas membaca buku dan alam.

Surakarta, 29 Mei 2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.