Ketika berbagai peristiwa global saat ini dikaji dengan pendekatan eskatologi Islam (ilmu akhir zaman) ada banyak benang merah yang bisa ditemukan. Memang ini kajian tentang konspirasi juga. Tapi saya sendiri sejak membaca berbagai analisis akhir zaman mulai dari bukunya Harun Yahya, Abu Fatiah, dll hingga akhirnya berinteraksi dengan buku dan kajiannya Syaikh Imran Hosein saya melihat metodologi beliau paling bagus di antara yang lainnya.

Dan dari penjelasan beliau saya menarik mundur ke beberapa tahun lalu ketika Cak Nun sudah giat-giatnya melakukan gerakan perlawanan terhadap Orde Baru bersama para penyair dan ulama, karena Orde Baru adalah era pemerintahan Firaun yang lebih kasat mata dibandingkan era ini, yang levelnya jauh di atas Firaun. Era ini sudah di atas era Firaun karena sejahat-jahatnya Firaun, dia adalah raja yang memakmurkan Mesir meski harus menindas bangsa dan negeri lainnya di muka bumi. Warisannya Firaun pun fenomenal hingga hari ini.

Dengan ilmu eskatologi yang dikemukakan oleh Syaikh Imran Hosein, atas pengajaran guru beliau asal Pakistan Maulana al Anshari rahimahullah, saya mendapati banyak pencerahan terkait sejarah. Ketika materialisme dan riba ditanam ke peradaban manusia, maka lahirlah kerusakan yang parah di zaman ini. Dua hal itu adalah pangkal dari kesyirikan dan fasadnya kehidupan manusia yang kita bahkan tidak bisa lagi menghindarinya, kecuali hanya mampu berjuang meminimalisir racunnya dalam kehidupan kita. Apa yang sekarang kita peroleh pasti tidak lepas dari kerusakan sistem yang syirik itu, maka kita cuma bisa menangis dan istighfar sepanjang waktu.

Dan sebagaimana kita dapati, banyak yang hari ini merasa bahwa kita sedang dalam alam kebangkitan Islam. Sebenarnya memang Dajjal tidak akan membahayakan kehidupan kita asal kita menyadari kehadirannya yang sudah sangat dekat ini. Aneka wacana semu akan dijejalkan ke kepala kita, bahkan sesuai yang dikabarkan Kanjeng Nabi kelak dinar dan dirham akan kembali beredar ke tengah-tengah manusia, yang membuat manusia menyangka itu kebangkitan, padahal itu dari Dajjal. Hanya akal sehat dan kesetiaan kita pada apa yang Kanjeng Nabi contohkan yang kelak bisa membuat kita tetap waspada.

Ngawen, 6 November 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.