Mengambil alih tempat ibadah agama lain memang sesuatu yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah hingga khalifah empat. Bahkan ketika Umar bin Khattab dipersilahkan shalat di Gereja Yerusalem, beliau menolak dengan alasan “jika saya shalat, saya khawatir kelak umat Islam akan merebut tempat ini dan mengubah fungsinya” terlepas bahwa memang ada larangan shalat di tempat ibadah agama lain.

Kebijakan sultan Muhammad al Fatih mengubah Haghia Sophia menjadi masjid menyisakan dendam sejarah panjang kepada umat Kristen Ortodox. Inilah nanti yang akan menandai pembebasan Konstantinopel di akhir zaman di mana kota itu akan direbut dan dikembalikan namanya seperti semula dan Haghia Sophia akan dikembalikan fungsinya. Lho kok kamu mendukung Kristen? Tidak, karena bersamaan dengan itu pembebasan Haramain dari proyek Paris van Arabia juga akan terjadi. Inilah yang dimaksud dengan persekutuan akhir zaman.

Dan semua itu akan didahului dengan al Malhama, perang besar memperebutkan gunung emas di sungai Eufrat yang sudah mulai dicicil saat ini. Dalam perang itu, hanya akan tersisa 1 dari 100 orang yang terlibat. Rasulullah melarang umat Islam terlibat dalam perang besar itu. Justru itu kesempatan kita membebaskan diri dari cengkeraman Dajjal yang kini pengaruhnya sudah membutakan pikiran kita. Dan dengan kembali memulai kehidupan yang sesuai petunjuk Allah, maka kemakmuran akan menaungi kita. Selanjutnya akan datang pasukan dari Timur yang akan membebaskan Yerusalem dari cengkeraman Zionis.

Itulah mengapa meskipun belum masif, desa-desa mulai menjalankan hidup tirakat mandiri, bertani secara organik, dan mengembangkan teknologi dengan sumber energi terbarukan. Karena kita akan menyambut efek mengerikan dari al Malhama yang kemungkinan akan terjadi di Aleppo dan sekitarnya, namun dampaknya akan dirasakan seluruh dunia. Mari jalani hidup dengan lebih dekat dengan Allah dan jangan bertengkar soal polemik fikih, apalagi cuma gara-gara berbeda pandangan soal pilihan politik.

Perkara akhir zaman itu perkara iman. Kita dihadapkan banyak pilihan tafsir dan informasi dari luar diri kita. Maka selanjutnya tanyakan pada diri kita, pandangan hati kita mencenderungi yang mana?

Juwiring, 21 Oktober 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.