Kita telah mengenal dua kata itu bukan? Beda atau sama? Menurutku berbeda. Negeri atau tanah air itu sepadan dengan kata “bilad” dan “wathan”. Sedangkan negara itu adalah kekuasaan yang memerintah sebuah negeri, maka padanan katanya adalah “daulah”.

Di Quran, Allah memberi gambaran sebuah peradaban yang sukses dengan istilah “baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur” atau negeri yang “baik” dan mendapatkan ampunan Rabb-nya. Kriteria “baik” di sini mengandung kebaikan yang kompleks, karena dalam bahasa arab, kata yang berarti baik dalam bahasa Indonesia itu bertingkat-tingkat.

Daulah atau negara, secara fitrah adalah sesuatu buatan manusia yang keberlangsungannya akan dinamis. Ia suatu saat tumbuh besar, lalu tumbang dan berdirilah daulah yang lain menggantikannya. Karena daulah hadir sesuai dengan perjanjian dan kepentingan politik ekonomi para pengusungnya. Di tanah Kepulauan Nusantara yang merupakan tanah air kita ini, sudah berapa daulah yang silih berganti memerintah masyarakatnya. Maka NKRI ini hanyalah daulah termuda yang usianya belum seberapa dibandingkan daulah-daulah pendahulunya. Bagaimana capaiannya? Kita bisa bandingkan dari catatan-catatan sejarah.

Maka Rasulullah memerintahkan kita untuk mencintai tanah air (wathan), bukan daulahnya. Kecintaan kita ada pada tanah air yang sangat kaya ini. Kecintaan kita ada pada kebersamaan kita sebagai kumpulan bangsa-bangsa yang saling bersahabat dan menghormati. Jadi mari luruskan niat kita dalam membela NKRI agar tidak terjebak pada kecintaan daulah, tetapi membela NKRI itu hakitkatnya hanya membantu agar NKRI kembali sehat sebagai sebuah daulah, sehingga negeri Indonesia ini dikelola oleh NKRI secara benar sesuai dengan perjanjian dibentuknya daulah tersebut. Karena daripada menghancurkan NKRI dan membentuk negara yang baru, resikonya jauh lebih besar. Salah-salah Bilad Indonesia/ Nusantara ini justru kacau dan Allah bisa saja memusnahkan peradaban ini untuk diganti dengan peradaban yang baru.

Presiden Jokowi dan semua tokoh elit politik di Jakarta adalah bagian dari Daulah. Letakkan mereka pada porsinya agar kita tidak menuhankan mereka, apalagi menuhankan NKRI. Karena yang akan kita bela adalah bilad Indonesia agar tidak dirusak baik oleh daulah NKRI itu sendiri atau daulah-daulah lain yang ingin menghancurkan perdamaian yang telah terbina berabad-abad di tanah kepulauan ini.

Jadi, mari kita jaga dan bela tanah air Indonesia/ Nusantara ini. Kita bantu NKRI agar kembali berfungsi menjadi lembaga yang mampu mengelola tanah air kita tercinta.

Surakarta, 19 Februari 2015

2 Comments

    1. Mas Dika

      Mencoba utak-atik dari sisi etimologi dan fenomena sejarah mas. Terutama berangkat dari idiom yang digunakan dalam sejarah Islam yang sudah berjalan berabad-abad silam.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.