Beberapa hari ini, alhamdulillah bisa belajar dari pengalaman hidup seorang mentor, bahwa kedengkian itu memakan kebaikan memang seperti api membakar kayu bakar.

Teringat tentang kisah seorang hartawan Mekah yang dikisahkan oleh Allah dalam surat al Balad. Ia rela melakukan apa pun dengan hartanya demi merebut pengaruh Rasulullah. Ia jamu tetamu demi meraih simpati manusia sembari menghasut agar membenci Rasulullah.

Ternyata hal itu pun nyata terjadi, si pendengki itu rela membayar beberapa preman hanya untuk melancarkan intimidasi, menghasut ustadz (yang kebetulan juga dipertanyakan keustadzannya, karena gampang diprovokasi) untuk ngelek-elek, hingga membayar pengacara sebesar 8 juta rupiah untuk mensomasi demi menghancurkan nama baik seorang yang memilih cuek dan tetap melaju dengan idealismenya.

Kukira problem-problem sosial di sekitar kita toh juga bermula dari kedengkiatan semacam ini. Kalau nggak, biasanya dari kesombongan atas kekayaan dan ketamakan untuk meraih berbagai hal. Mungkin yang agak menghibur adalah jika orang yang saling benci dan dengki bertemu di pertarungan politik. Setidaknya jika mereka bertarung, rakyat yang waras bisa sedikit bernafas lega untuk tidak terlalu ditindas dan bisa nonton hiburan. Tapi bagi rakyat yang gagal jadi rakyat, ya akhirnya jadi korban hasutan untuk ikut-ikutan jadi paduan suara buta.

Dan saya belajar dari ketegaran dan kesabaran beliau yang easy going dengan semua itu. Santai, tetap kerja, dan menganggap polah segelintir orang nganu tadi sebagai angin lalu. Ini sungguh pelajaran penting bagi anak muda macam saya yang hawane masih gampang pengin misuh-misuh dan sering cari sensasi.

Maka waktu yang begitu berharga ini akan sangat rugi jika digunakan untuk misuh-misuh dan menyimpan segala kesenepan yang tak beralasan. Biarlah yang jadi pengamat dan penyaing terus menerus mengamati dan jempalikan untuk menyaingi. Toh yang gedabigan mereka, bukan kita kan. So what.

Surakarta, 21 November 2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.