Rasulullah melarang orang yang ingin menggambar wajahnya, ini adalah pesan berjarak peradaban. Karena dari sketsa wajah ia terus berevolusi menjadi gambar jepretan kamera dan rekaman video. (inspirasi dari ceramah Cak Nun)

Ini bukan soal halal haramnya (dan jangan tanya dalilnya dulu). Mengapa dahulu para ulama memiliki kemampuan abstraksi yang tinggi dan mampu membuat tulisan-tulisan yang indah untuk menjelaskan sesuatu. Karena pikiran mereka tidak terjajah oleh jebakan gambar-gambar visual seperti zaman sekarang.

Mereka melihat langsung alam dan kenyataan kehidupan dengan mata dan olah batin yang kuat. Beda dengan sekarang, gambar yang kita lihat bisa jadi hasil modifikasi photoshop. Buru-buru disebar, dikasih tagline AWAS …….. Dan anehnya, yang dikirimi juga langsung percaya begitu saja, dikirim lagi ke yang lain.

Dan demikianlah arus ghibah terjadi di negeri ini setiap hari. Untung saja, Allah tidak murka lalu memberi instruksi Merapi untuk memimpin aksi demo gunung-gunung kepada manusia yang sudah kayak gini nganunya. Allah Mahabaik, Allah Mahapengampun, Allah Mahapengasih, Allah Mahasabar.

Surakarta, 23 Oktober 2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.