Menyimak kicauan Twitter ust. Fadlan Garamatan, terselip pesan. Urusan masalah konflik itu biar menjadi bahasan internal tokoh di sana dan diselesaikan dengan damai. Yang di luar ga usah terprovokasi mau kirim pasukan segala. Yang dikirim itu uang pitrah lebaranmu kawan, biar bisa dibangun masjid permanen yang lebih besar, syukur bisa bangun pesantren sekalian.

Dari sejarah perjuangan beliau mengislamkan rakyat Nuu War (Irian Jaya), tidak ada kisah perlawanan senjata mereka dihadapi dengan senjata yang sama. Kowe luwih percaya ust. Fadlan apa gampang terpancing provokasi berita? Wis mending neng ATM atau aktifkan SMS banking, kirim pitrah lebaranmu buat pembangunan masjid kembali. Setuju?

Simpan energi perang fisikmu, karena perlawanan hari ini bersifat intelektual. Tiwas kesel diadu domba akhire mung ngos-ngosan dan tidak mampu meraih apa pun. Bertakbirlah sungguh-sungguh saat shalat dan azan, bukan buat menakut-nakuti orang yang belum dibukakan cahaya Islam oleh Allah dalam hatinya. Mereka lebih suka diajak ber-alhamdulillah dahulu.

Gunungkidul, 19 Juli 2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.