Dalam sebuah International Democracy Forum khayalan saya, terjadi percakapan antar perwakilan delegasi.

Korsel : “Bro, kita baikan yak. Aku mau diskusi sama kamu!” (sambil ngelirik Jepang)
Jepang: “Oke, di forum ini saja ya. Ada apa?”
Korsel : “Lihat deh itu, delegasi Indonesia kok kayaknya dia bahagia banget. Kayak ga ada masalah demokrasi gitu. Senyum terus, padahal konon di negaranya banyak rakyat yang menderita. Apa mereka benar-benar senyum atau pura-pura senyum?”
Jepang: “Itu asli senyum, dia asli bahagia.”

Lalu semua menyambung dan berbisik-bisik membincangkan delegasi Indonesia yang terlihat paling bahagia. Sampai akhirnya masing-masing delegasi diminta bicara. Yang dari Indonesia dengan terus menebar senyum berbicara,

“Hadirin yang kami hormati, terima kasih atas kesempatannya. Kami delegasi dari Indonesia tidak akan banyak berbicara tentang perkembangan demokrasi di negara kami, karena negara kami paling demokratis di seluruh dunia. Kami hanya akan menyampaikan betapa bangganya kami melayani tuan-tuan kami bangsa Indonesia. Mereka adalah bangsa yang sangat memuliakan para pelayannya. Meskipun kami suka mencuri uang mereka, mereka memaafkan kami. Kami menggusur tempat tinggal mereka, mereka tidak menuntut kami. Kami menipu mereka setiap saat, namun setiap 5 tahun mereka memercayakan urusan negara kepada kami lagi seolah tidak ada lagi kesalahan kami yang lalu. Sungguh, kami setelah mempelajari berbagai bangsa, hanya tuan kamilah bangsa Indonesia yang sedemikian berjiwa besar memberikan keleluasaan kepada pelayan-pelayannya. Bahkan meskipun kami nyambi berbisnis dengan berbagai pengusaha hingga harus mencuri aset-aset negeri milik tuan kami, mereka tetap memaafkan kami. Mereka rela menderita, bahkan sampai mengorbankan nyawanya demi memberi makan para pelayannya. Di tempat kami, para pelayan di tingkat negara bisa mengantongi pendapatan lebih dari 1 miliar per bulan, baik dari gaji resmi dari majikan kami maupun uang tip mereka yang begitu baik kepada kami agar kami mempercepat pelayanannya. Itulah sebabnya saya sangat bahagia karena dapat berbagi dengan Anda semua. Majikan kami memang keren luar biasa. Bangsa Indonesia adalah sebaik-baik majikan yang pernah diciptakan Tuhan di muka bumi. Jika Anda ingin menjadi pelayan yang hidupnya sejahtera, bergabunglah bersama kami.”

Semua delegasi terperangah mendengarkan pidato tersebut. Mereka lalu bergumam dalam hati, “Alangkah mulianya bangsa Indonesia. Alangkah makmurnya menjadi pelayan di Indonesia. Ini sungguh-sungguh membuatku tergoda untuk menjadi pelayan di sana”.

Juwiring, 13 Oktober 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.