Ada pelajaran penting dalam bepergian.

Kalau kita dari Solo mau ke Jakarta, biasanya kita memilih naik Kereta Api. Salah satu alasan pokoknya adalah Kereta Api memiliki jalur yang jelas dari Solo ke Jakarta.

Mungkin kita bisa tambahkan alasan lainnya seperti kenyamanan, tarifnya terjangkau, tidak terlalu mahal, juga relatif lebih aman dan potensi kecelakaannya lebih kecil dibandingkan yang lain. Tapi yang paling utama adalah Kereta Api akan mengantarkan kita ke Jakarta.

Kita percaya dengan konsep trayek itu sepenuhnya. Kita pastikan kejelasan trayek itu dan kita pilih. Kita tidak peduli siapa pun masinisnya, siapa kondekturnya. Sebab kita yakin seyakin-yakinnya, Kereta Api akan berjalan sampai ke Jakarta. Kita tinggal menikmati perjalanan dengan kepentingan kita masing-masing, ada yang membaca buku, tidur, ngobrol dengan teman, atau yang lainnya.

Perjalanan manusia kan juga demikian. Membangun negara sebenarnya kan seperti memilih mode transportasi untuk memudahkan kita berjalan kepada tujuannya ketimbang jalan kaki sendiri-sendiri. Anehnya, di negeri ini orang-orang sangat sibuk memilih siapa yang harus jadi masinis. Padahal keretanya saja belum jelas keadaannya, relnya belum dicek apakah normal atau ada yang terputus,

Dengan keributan memilih masinis di tengah kacaunya situasi di stasiun Kereta Api yang lagi banyak copet, jambret, bahkan rampoknya, masak iya kita malah ikut-ikutan bertengkar soal siapa yang harus jadi masinis. Salah-salah malah barang-barang kita dicopet.

Meskipun leluhur kita mungkin punya saham dalam membangun layanan Kereta Api itu, tapi apa boleh buat ketika memang sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Mari jalan kaki, fokus kita tetap ke Jakarta.

Surakarta, 23 Desember 2018

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.