Permainan Data
Sejak kita mendaftarkan akun di semua jejaring internet, sejak itu pula bisnis data terjadi. Makanya yang paling diuntungkan dari sebuah transaksi gratis bermedia sosial, ya yang punya platform.
Setiap hari, jam, menit, bahkan detik, para pemain di belakang layar ini bisa memantau apa pun yang terkait dengan aktivitas pengguna akun. Tinggal dibuat statistik dan analisis, data itu bisa dijual ke pihak lain yang memerlukan. Siapa yang menjamin para pemain di belakang layar medsos ini pasti merahasiakan data global para penggunanya? Ga ada.
Maka ya jangan lugu-lugu amat bahwa berurusan dengan internet itu pasti aman kalau sudah begini begitu. Secara personal, asal kita tidak macam-macam kita memang tidak akan diapa-apain. Tapi secara komunal, seluruh perilaku kita di internet melalui akun-akun kita menjadi bahan untuk dianalisis dan dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih luas.
Misalnya begini, orang-orang yang selama ini menggunakan aplikasi transportasi online, bisa diketahui lho kebiasaan-kebiasaan mereka hanya berbekal dari titik-titik yang biasa dituju secara berkala pada jam tertentu. Suatu ketika pemilik aplikasi itu bisa saja membuat perhitungan dengan toko ritel misalnya, karena tahu para pengguna jasanya sering ke toko itu.
Pemilik aplikasi tinggal mengancam, “mau mergeran atau aku bikin toko sepertimu dengan harga yang lebih rendah sehingga tokomu tutup? Aku punya data-data yang lebih valid dan bisa digunakan untuk merebut pasarmu selama ini.” Ini jelas ancaman yang mengerikan. Sebagaimana sudah dialami sebuah mode transportasi konvensional yang akhirnya tunduk di bawah mode transportasi online.
Demikianlah dunia internet. Kita yang tahunya gratisan dan main di media sosial, sembari meributkan isu-isu viral ya mungkin susah untuk mengerti masalah seperti ini. Dan kita dengan sendirinya adalah bagian dari sukarelawan medsos yang setiap hari membuat perusahaan itu semakin tegak berdiri. Sementara kita tidak mendapatkan keuntungan apa-apa selain bertambah bodoh, mudah membenci, mudah bertengkar, dan mengalami berbagai kerusakan nalar secara bertahap.
Maka, sebelum terus melanjutkan berselancar di dunia internet, ada baiknya secara berkala kita evaluasi perjalanan kita di dunia maya ini!
Gondangsari, 29 November 2017