Keberhasilan sistem ekonomi pasar adalah menciptakan distribusi kekuasaan yang tak terkendali dan perang bintang dengan target pemusatan modal. Hal ini menuntut lahirnya strategi baru dalam kekuasaan yang tidak lagi menggunakan model feodal klasik seperti seabad silam ke belakang.

Tapi lucunya pola pikir kebanyakan umat Islam tentang kekuasaan belum bisa move on dari zaman kerajaan dinasti Umayyah, Abbasiyah, maupun Utmaniyah yang kini sudah dihancurkan legitimasinya oleh sistem ekonomi pasar. Apa ini efek dari pembelajaran kisah Nabi dan sahabat yang bertahun-tahun cuma disajikan dengan pendekatan dongeng epik soal menang kalah perang. Tidak dibedah secara luas dengan mengaitkan pada realitas zaman sekarang. Akibatnya umat Islam miskin imajinasi.

Sistem ekonomi pasar sendiri dapat berkembang di tengah umat Islam karena penyakit Wahn (cinta dunia dan takut mati) yang semakin kronis. Sistem pasar adalah instrumen paling masuk akal untuk memasifkan Wahn di segala bidang. Karena sistem ekonomi ini mampu menawarkan obyektivitas secara riil dengan ukuran materi. Misalnya saat bicara kaya, ya ukurannya jelas, bisa aset dan perhiasan yang dimiliki. Misalnya saat bicara kekuasaan, ya ukurannya luas wilayah, jumlah budak, dll. Semuanya riil, terukur, dan ujungnya dijadikan kompetisi.

Hari ini, kita tinggal menikmati sistem itu. Mau namanya kapitalisme, komunisme, dll itu hanya sebuah turunan dari sistem ekonomi yang berbasis penyakit Wahn itu. Makanya kalau bicara soal penguasa sekarang, yang bisa berkuasa kekal ya yang tahu prinsip-prinsip keseimbangan. Jika dia bisa mengkalkulasi dengan baik elemen-elemen dalam jangkauan pengaruhnya dan memberi porsi sesuai prinsip keseimbangan, maka kekuasaannya akan stabil. Bukan karena dia kuat, tapi karena dia tahu posisi dan selalu berada di titik keseimbangannya.

Nah, dalam rangka berada di titik keseimbangan ini, ada yang tetap sanggup bertahan dengan idealismenya, ada juga yang melacurkan apa pun. Yang tetap idealis ini biasanya memang karena perhitungannya cermat sehingga dia tahu persis medan yang dikuasainya. Yang hobi melacur ya karena memang tujuannya berkuasa memang karena penyakit Wahn tadi. Nah, sebelum terlalu jauh menyelidiki para pejabat kita, coba kita check up diri kita dulu, siapa tahu kadar Wahn kita juga stadium IV. Nggak usah sok bersih lah, ini zaman ekonomi pasar. Jangankan kok urusan harta, wong dalam ritual agama saja kita sudah menjadi materialistik juga kok. Hahaha

Juwiring, 2 Agustus 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.