Besok Idul Fithr (hari raya makan-makan). Bagi yang sebulan penuh menjalani laku prihatin baik soal makan, tidur, dan riyadhoh-riyadhoh iman lainnya, termasuk mbambung untuk menghayati kehidupan kaum dhuafa dan mustadh’afin, insya Allah akan merasakan kenikmatan makan enak dan bahagia besok pagi.

Bom di seribu tempat meledak pun tak membuat gentar, karena bahagia sejati itu datang dari Allah dan terbentuk dari fokus kita menyambut hariĀ raya. Berita teror yang dihembuskan oleh para penyiar yang tersandera kapitalisme maupun sebaran broadcast dari para pengguna smartphone yang buang-buang kuota tak akan mengganggu perasaan kita. Karena puasa telah membentuk pribadi kita menjadi kuat.

Bagi yang sebulan penuh kemarin cuma mindah jadwal makan, bahkan meningkatkan gizi dengan kemewahan menu makanannya, ya semoga dapat tetap meraih kenikmatan hari raya. Termasuk yang selama Ramadhan masih suka mengkonsumsi hoax dan berita sampah, semoga tetap bahagia di hari raya. Juga yang menjalani Ramadhan dengan santai dan tiduran, semoga tetap bahagia di hari raya. Pokoknya kita berharap yang baik-baik saja untuk semuanya.

Mari fokus bahagia menyambut Idul Fithr (hari raya makan-makan), hari raya jeda untuk menyambut bulan Haram (Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Muharram) yang dimuliakan dari masa ke masa, karena di dalamnya ada hari raya besarnya umat Islam, Idul Adha. Hanya saja di negeri ini, perayaannya tidak semeriah Idul Fithr karena jatah liburannya cuma sebentar, dan masyarakat menganggap remeh hari yang sangat agung itu.

Ngawen, 5 Juli 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.