Ini saatnya kita untuk mengerti bahwa bikin negara dan bikin organisasi itu boleh-boleh saja. Asal kita tidak menggantungkan harapan pada mereka sepenuh-penuhnya.

Ketika situasi sedang kacau balau seperti sekarang ini, apa kita masih menuntut pemerintah lagi. Apa kita juga masih berharap ormas-ormas itu memperjuangkan nasib rakyat kecil.

Kita sadar bahwa pemerintah dan ormas itu milik para elitnya. Rakyat tetap kebagian mrongos dan mringis merasakan penindasan dari waktu keĀ waktu. Jadi lebih baik kita mulai belajar jadi rakyat yang tangguh.

Ada negara atau tidak, kita tetap bekerja untuk kemuliaan hidup dan menjalankan tanggung jawab sebagai diri, suami, dan umat manusia. Sebab besok di akhirat kita wajib setoran amalan pribadi kita masing-masing.

Kalaupun kita jadi pejabat, kita tidak akan ditanya apakah negaranya sudah jadi negara Islam atau belum. Tetapi kita akan ditanya, apa yang sudah kita lakukan dalam rangka memuliakan manusia di sekitar kita melalui sarana kepejabatan yang kita sandang ketika itu.

Demikian pula ketika kita menjadi apa pun. Jangan takut, jadi petugas kebersihan sekalipun, derajatnya bisa jauh lebih tinggi dibandingkan yang selama hidup dielu-elukan sebagai ulama tapi tidak berani memperjuangkan nasib umat melawan kezaliman yang sedemikian rusak. Sebab lebih sibuk menikmati ritual ibadahnya sendiri dan menikmati aliran dana-dana haram ke rekeningnya.

Surakarta, 11 Mei 2018

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.