Masih Percaya Politikus?

Masak iya kemandirian bangsa diserahkan pada para politikus. Wong mereka saja ketergantungan suara dan hak keuangan. Sejak dulu, kemandirian bangsa itu ada di tangan petani, nelayan, pedagang kecil, dan rakyat yang terus menerus bekerja dengan gigih. Maka, sebenarnya tugas pemerintah itu kan janjane tidak berat-berat amat. Cuma memastikan agar petani tetap bisa bertani dengan bibit […]

Pekerjaan Rumah Para Rakyat

Kalau kubu 02 lantang teriak KPU curang, ya wajar. Wong hawa-hawanya memang akan kalah. Masak iya QC itu salah berjamaah. Kan nggak lah. Kalau kubu 01 diam dan terus memuji-muji KPU bekerja baik, ya wajar juga. Wong hawa-hawanya bakal menang. Apalagi SDM rezim turut bekerja menghalalkan segala cara. Yang berhak menilai kinerja KPU itu rakyat. […]

Belajar Jadi Rakyat

Setelah 2014, saya memang perlahan-lahan mengambil posisi sebagai rakyat. Siapa yang ngajari saya? Banyak dan saya sunggh-sungguh belajar dari mereka. Tentu saja, posisi ini akan sangat berlawanan dengan teman-teman saya di kampus yang hari ini merapat di partai maupun ormas. Ketika mereka kampanye, saya sering ngece dan mempertanyakan. Apakah teman-teman saya sebel? Konon iya. Tapi […]

Rakyat Cap Badut

Meskipun urusan pemilihan kepala negara dan pemerintahan itu ranah politik praktis, tapi sebenarnya negara dan pemerintahan itu sendiri terbentuk dari perjanjian yang seharusnya memiliki konsekuensi hukum. Di negeri ini, kesadaran tentang hukum itu di antara rakyat masih sangat-sangat rendah. Tahunya mereka tentang hukum itu, kalau nyopet ketangkap dihukum. Melanggar rambu lalu lintas, ketangkap bayar denda. […]

Pengin Jadi Eksekutor para Koruptor

Menjadi bagian dari pemerintah tapi kerjanya tidak efektif dan korup itu adalah bentuk kedurhakaan pada rakyat dan leluhurnya. Dulu ketika Republik Indonesia diproklamasikan, kan aslinya nggak punya apa-apa. Lalu terjadi revolusi merebut tanah-tanah bekas kolonial Belanda yang dikuasai Jepang dan merampas tanah-tanah milik para raja Nusantara. Konon, 2/3 luas DKI Jakarta saja sebenarnya tanah milik […]

Rakyat is The Owner

Saya dulu pernah ikut jadi timses. Dan menurut penilaian saya sendiri, saya gagal total. Saya ternyata jenis timses yang buruk dan ra mutu. Mengapa? Ternyata saya tidak pernah bisa mempromosikan sosok personal. Selalu saja ngganjel dan tidak jadi mempromosikan si A, B, C, itu orang yang top. Angel, saya sendiri tidak bisa memercayai hal semacam […]

Rakyat vs Oligarki

Pemilu itu akan menjadi asyik ketika rakyat berhadapan dengan oligarki. Sehingga militer bisa mengalami dilema apakah berpihak pada rakyat atau jadi anjing penjaga oligarki. Kalau di Indonesia, yang saling berhadapan justru oligarkinya. Sehingga militer merasa nyaman berada di manapun, toh sama saja menguntungkan. Lucunya, rakyat kok ya mau jadi jurkam para oligarki ini ya. Di […]

Rakyat Ngalah, Lalu Ngalih, Belum Ngamuk

Hakikat negara itu terletak pada perjanjian antar masyarakat yang menyepakatinya. Kalau di antara masyarakat itu saling mengkhianati, hakikatnya negara itu telah hancur. Yang membuat negara terlihat eksis karena adanya pemerintah yang mengklaim seolah-olah dirinya negara, padahal sebenarnya sedang melayani tuan-tuan pedagang sambil menendang masyarakat hingga kehilangan tanah-tanah garapannya. Anehnya, orang-orang yang semakin tinggi sekolahnya semakin […]

Menetapi Peran

Disiplin dan sadar peran itu tidak gampang. Menjadi rakyat itu, perannya ya memberi mandat dan mengawasi pelaksanaan mandat. Saat pemilu merahasiakan pilihannya. Jebul, hal itu tidak mudah. Betapa susahnya menahan diri untuk merahasiakan pilihan. Bukan timses, apalagi kandidat, tapi justru paling gaduh kampanye melebihi para timsesnya. Demikian pula menjadi menteri koordinator kemaritiman, tugasnya ya mengkoordinasikan […]

Rakyat Bernegara

Mayoritas penguasa di negeri ini yang usianya 50 tahun ke atas itu biasanya terkait (baik langsung maupun tidak langsung) dengan hal-hal di seputaran 1965 dan rezim orde baru. Maka, mengharapkan mereka melakukan perubahan berarti dan mendasar bagi negara ini ya terlalu berlebihan. Lebih baik yang muda-muda ini membangun pondasi kerakyatan di bidang masing-masing. Yang sekarang […]