Menjelang tahun politik, makin jelas gambaran al Quran tentang “tahsabuhum jami’an wa qulubuhum syatta”.

Kita bisa melihat dengan gamblang berbagai peristiwa itu. Apalagi kehidupan mainstream hari ini digerakkan oleh kapitalisme dan kompetisi kekuasaan yang penuh manipulasi dan menghalalkan segala cara demi kemenangan.

Mungkin ada yang berkilah bahwa berbeda pendapat itu wajar. Ya seharusnya memang wajar saja berbeda pendapat. Tetapi ketika mayoritas orang di negeri ini masih menomorsatukan kekuasaan dan ingin menundukkan pihak lain dengan kekuasaannya, maka perbedaan pendapat akan selalu diartikan sebagai penentangan dan permusuhan.

Berbeda pendapat baru akan menjadi suatu kewajaran, ketika peradaban kita menomorsatukan nilai kemanusiaan dan ketuhanan. Sehingga kekuasaan tidak mendapat tempat prioritas utama di hati manusia. Ia tetap ada, tapi bukan yang utama. Sebab setiap manusia enggan untuk diatur orang lain, sehingga ia pun cenderung tidak mau mengatur-ngatur orang lain. Para manusia saling berinteraksi dalam kedaulatannya masing-masing untuk mencapai keseimbangan hidup bersama.

Demikian pula dalam perilaku ekonomi kita. Selama doktrin tentang akumulasi kekayaan dan kepemilikan pribadi masih menjadi anutan fanatik orang sebangsa, maka kita masih harus bersabar menjalani perebutan fasilitas kehidupan ini. Sebab memang dua doktrin kapitalisme itu sudah cukup untuk membuat kita seperti hewan yang saling berebut makanan. Apalagi ketika keduanya berkawin dengan kekuasaan, ia akan menyempurnakan penindasan antar sesama manusia.

Bagaimana menghentikannya? Tidak ada yang bisa menghentikannya sampai semua pihak yang mengikuti doktrin-doktrin itu hancur dalam pertengkaran mereka. Yang bisa kita lakukan adalah keluar dari lautan kerusakan itu, baik sendiri-sendiri atau berkelompok kecil. Kita main kucing-kucingan semampunya agar tidak terseret dalam arus deras penghancuran peradaban itu. Semoga kita bisa bertahan sampai wafat. Syukur kita masih bisa membangun benih peradaban baru yang bukan seperti sekarang.

Surakarta, 29 September 2018

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.