Apa persamaan Indonesia dengan Malaysia? Sama-sama negara kerajaan.

Kerajaan? Iya. Kok bisa? Lho itu coba lihat, orang-orang mendukung jagoannya seperti rakyat mengelu-elukan rajanya. Masak iya fenomena seperti itu disebut demokrasi?

Bedanya, di Malaysia kerajaan diresmikan dan dipilih Yang Dipertuan Agong secara periodik. Di Indonesia, kerajaan dikamuflasekan dalam wujud partai politik, ada kerajaan Kuning, kerajaan Merah, kerajaan Biru, kerajaan Putih, dll

Bedanya lagi, di Malaysia, tiap kerajaan wilayah kekuasaannya jelas. Mereka tidak rebutan rakyat. Di Indonesia, wilayah kerajaannya terpencar-pencar seperti persatuan antar “enclave”. Makanya, pernah denger kan ada wilayah basis kerajaan Merah, basis kerajaan Hijau, dll. Sepertinya para pangeran kerajaan Kuning ditugaskan menikah dengan putri-putri di kerajaan lain, sehingga kalau nanti kerajaan kuning mati, penerusnya ada di semua kerajaan lain.

Bedanya lagi, di Malaysia penentuan Yang Dipertuan Agong menggunakan cara musyawarah. Di Indonesia, penentuan kursi Yang Mulia diperebutkan melalui adu kekuatan. Anehnya, orang-orang percaya ada istilah pemilu dan demokrasi. Padahal tadi sudah ada istilah basis kerajaan Merah, Kuning, dan Hijau. Masak harus ada pemilu, wong sudah punya “enclave” kekuasaan banyak di berbagai tempat kok.

Sik mas, kowe ngomong apa ta? Aku ya ngomong kayak ngene. Kok aku bingung? Ra popo, ketimbang mudeng.

Surakarta, 30 November 2018

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.