{"id":395,"date":"2015-08-20T00:28:46","date_gmt":"2015-08-19T17:28:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yuliardika.com\/v2\/?p=395"},"modified":"2015-08-20T00:28:46","modified_gmt":"2015-08-19T17:28:46","slug":"majelis-masyarakat-maiyah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/maiyah-cak-nun\/395\/majelis-masyarakat-maiyah","title":{"rendered":"Majelis Masyarakat Maiyah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Maiyahan itu, terutama masa-masa krusial sekarang menjadi urgen untuk diikuti, terutama membantu mengalurkan pemikiran dan perjalanan kehidupan masing-masing individu agar lebih sibuk menempa kemandirian, mempelajari silsilah ilmu (ora mung gedabrusan golek comotan ilmu sana sini), dan memiliki ketahanan dari isu-isu yang terus disebul media-media &#8220;nganu&#8221;. Beruntung sekali akhirnya bisa berkenalan dengan majelisnya Simbah yang sudah berjalan lebih da<span class=\"text_exposed_show\">ri 20 tahunan ini.<\/span><\/p>\n<div class=\"text_exposed_show\">\n<p style=\"text-align: justify\">Namun bermaiyah bukan berarti mudah. Karena majelis ilmu tersebut &#8220;mensyarakatkan&#8221; (dalam pandangan saya) pesertanya disiplin sendiri-sendiri dalam mengolah informasi yang muncul secara bebas dan liar. Jika cara berpikirnya masih ala anak sekolahan yang minta dilolohi, ya akhirnya cuma latah, apalagi kalau Simbah pas ndagel, nek ra paham paling mung kebagian lucune. Tapi masih mending ding ketimbang tingkahnya kayak generasi sumbu pendek yang hari ini semakin banyak. Karena sepertinya syaraf-syaraf orang sekarang memang kebanyakan tegang sekali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Inilah perkuliahan budaya yang menampung hasrat orang yang benar-benar ingin belajar. Yang diajarkan di sini adalah kemampuan berpikir dan menganalisis sesuatu dengan berpedoman pada fitrah kemanusiaan. Sebuah proses tafakkur yang harmoni bagaimana al Quran dan sunnah menjadi gamblang dipahami sebagai proses aktualisasi kehidupan yang syumul (lengkap), bukan terpenggal-penggal seperti sekarang. Untuk saya pribadi, aku memiliki bahan untuk kuteliti lebih luas lagi menyangkut dimensi sains Islam yang selama ini mengganjal dalam pemahaman saya. Saat itu aku menemukan sekulerisme sains yang cukup pelik, di majelis ini akhirnya aku bisa tercerahkan. Alhamdulillah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Di majelis ilmu ini, kita justru akan pusing jika masih terus mempertahakan cara berpikir sekuler dan terpenggal-penggal ala perkuliahan. Di majelis ini pula, kita akan belajar bahwa kata-kata yang selama ini kita kenal ternyata bias, atau kita sering mengucapkannya tapi sebenarnya tidak mengerti maksudnya secara presisi. Padahal bias makna maka konsekuensinya serius. Bayangkan jika ini menjadi konsensus nasional. Maka, simpel saja, kerusakan di segala bidang di negeri ini adalah salah satunya ketidakdisiplinan kita pada hal makna ini. Dan tentu saja, karena kita meninggalkan metodologi berpikir leluhur kita yang sebenarnya itu adalah sunatullah yang telah ditetapkan-Nya atas kita. Namun karena kita memilih menjadi orang lain, rasakan sendiri akibatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jadi, mari bermaiyah, sebagai metode belajar yang kompleks, bukan untuk label, apalagi sekedar cari hiburan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Surakarta, 19 Agustus 2015<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Maiyahan itu, terutama masa-masa krusial sekarang menjadi urgen untuk diikuti, terutama membantu mengalurkan pemikiran dan perjalanan kehidupan masing-masing individu agar lebih sibuk menempa kemandirian, mempelajari silsilah ilmu (ora mung gedabrusan golek comotan ilmu sana sini), dan memiliki ketahanan dari isu-isu yang terus disebul media-media &#8220;nganu&#8221;. Beruntung sekali akhirnya bisa berkenalan dengan majelisnya Simbah yang sudah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[4],"tags":[74,235],"class_list":["post-395","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-maiyah-cak-nun","tag-cak-nun","tag-maiyah-2"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Majelis Masyarakat Maiyah - YuliArdika.Com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/maiyah-cak-nun\/395\/majelis-masyarakat-maiyah\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Majelis Masyarakat Maiyah - YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Maiyahan itu, terutama masa-masa krusial sekarang menjadi urgen untuk diikuti, terutama membantu mengalurkan pemikiran dan perjalanan kehidupan masing-masing individu agar lebih sibuk menempa kemandirian, mempelajari silsilah ilmu (ora mung gedabrusan golek comotan ilmu sana sini), dan memiliki ketahanan dari isu-isu yang terus disebul media-media &#8220;nganu&#8221;. Beruntung sekali akhirnya bisa berkenalan dengan majelisnya Simbah yang sudah...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/maiyah-cak-nun\/395\/majelis-masyarakat-maiyah\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-08-19T17:28:46+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mas Dika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mas Dika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/maiyah-cak-nun\\\/395\\\/majelis-masyarakat-maiyah#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/maiyah-cak-nun\\\/395\\\/majelis-masyarakat-maiyah\"},\"author\":{\"name\":\"Mas Dika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"headline\":\"Majelis Masyarakat Maiyah\",\"datePublished\":\"2015-08-19T17:28:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/maiyah-cak-nun\\\/395\\\/majelis-masyarakat-maiyah\"},\"wordCount\":351,\"commentCount\":0,\"keywords\":[\"Cak Nun\",\"maiyah\"],\"articleSection\":[\"Maiyah &amp; Cak Nun\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/maiyah-cak-nun\\\/395\\\/majelis-masyarakat-maiyah#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/maiyah-cak-nun\\\/395\\\/majelis-masyarakat-maiyah\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/maiyah-cak-nun\\\/395\\\/majelis-masyarakat-maiyah\",\"name\":\"Majelis Masyarakat Maiyah - YuliArdika.Com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2015-08-19T17:28:46+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/maiyah-cak-nun\\\/395\\\/majelis-masyarakat-maiyah#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/maiyah-cak-nun\\\/395\\\/majelis-masyarakat-maiyah\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/maiyah-cak-nun\\\/395\\\/majelis-masyarakat-maiyah#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Majelis Masyarakat Maiyah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"YuliArdika.Com\",\"description\":\"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\",\"name\":\"Mas Dika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mas Dika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/author\\\/yukadmin\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Majelis Masyarakat Maiyah - YuliArdika.Com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/maiyah-cak-nun\/395\/majelis-masyarakat-maiyah","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Majelis Masyarakat Maiyah - YuliArdika.Com","og_description":"Maiyahan itu, terutama masa-masa krusial sekarang menjadi urgen untuk diikuti, terutama membantu mengalurkan pemikiran dan perjalanan kehidupan masing-masing individu agar lebih sibuk menempa kemandirian, mempelajari silsilah ilmu (ora mung gedabrusan golek comotan ilmu sana sini), dan memiliki ketahanan dari isu-isu yang terus disebul media-media &#8220;nganu&#8221;. Beruntung sekali akhirnya bisa berkenalan dengan majelisnya Simbah yang sudah...","og_url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/maiyah-cak-nun\/395\/majelis-masyarakat-maiyah","og_site_name":"YuliArdika.Com","article_published_time":"2015-08-19T17:28:46+00:00","author":"Mas Dika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mas Dika","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/maiyah-cak-nun\/395\/majelis-masyarakat-maiyah#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/maiyah-cak-nun\/395\/majelis-masyarakat-maiyah"},"author":{"name":"Mas Dika","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"headline":"Majelis Masyarakat Maiyah","datePublished":"2015-08-19T17:28:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/maiyah-cak-nun\/395\/majelis-masyarakat-maiyah"},"wordCount":351,"commentCount":0,"keywords":["Cak Nun","maiyah"],"articleSection":["Maiyah &amp; Cak Nun"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/maiyah-cak-nun\/395\/majelis-masyarakat-maiyah#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/maiyah-cak-nun\/395\/majelis-masyarakat-maiyah","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/maiyah-cak-nun\/395\/majelis-masyarakat-maiyah","name":"Majelis Masyarakat Maiyah - YuliArdika.Com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2015-08-19T17:28:46+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/maiyah-cak-nun\/395\/majelis-masyarakat-maiyah#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/maiyah-cak-nun\/395\/majelis-masyarakat-maiyah"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/maiyah-cak-nun\/395\/majelis-masyarakat-maiyah#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Majelis Masyarakat Maiyah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/","name":"YuliArdika.Com","description":"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94","name":"Mas Dika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mas Dika"},"sameAs":["https:\/\/www.yuliardika.com"],"url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/author\/yukadmin"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p7wBRl-6n","jetpack-related-posts":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/395","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=395"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/395\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=395"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=395"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=395"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}