{"id":243,"date":"2015-08-12T05:08:58","date_gmt":"2015-08-11T22:08:58","guid":{"rendered":"https:\/\/www.yuliardika.com\/v2\/?p=243"},"modified":"2015-08-12T05:08:58","modified_gmt":"2015-08-11T22:08:58","slug":"ilmu-qurani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/243\/ilmu-qurani","title":{"rendered":"Ilmu Qurani"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Saya pernah dipancing tentang metodologi berpikir dalam al-Quran dan ilmu mainstream yang berkembang agar mengetahui perbedaan mendasar atas filsafat yang melatari keduanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ilmu tentang makhluk yang dipelajari di dunia akademis meletakkan manusia sebagai observer dan melihat makhluk atas gejala empiriknya saja. Maka tak heran jika dalam ilmu ini, dikenal dengan lingkungan benda mati dan makhluk hidup. Yang makhluk hidup lantas dibagi menjadi beberapa bagian lagi <span class=\"text_exposed_show\">sejauh penelitian yang ada. Maka dalam sudut pandang ini, makhluk yang tak kelihatan dianggap tidak ada dan peristiwa alam yang tidak sesuai dengan kaidah ilmu yang dirumuskan disebut sebagai anomali.<\/span><\/p>\n<div class=\"text_exposed_show\">\n<p style=\"text-align: justify\">Sementara dalam logika Quran, dikenal ada Khaliq (pencipta) dan makhluq (ciptaan). Makhluk dibedakan menjadi 2: yang terlihat (dzhahir) dan yang tak terlihat (ghaib). Sebagaimana disebut dalam banyak ayat, semua makhluk Allah bertasbih memuji-Nya dan berbuat sesuai ketentuan-Nya. Artinya kehidupan ini sangat kompleks dalam tatanan kosmologi yang luar biasa rumitnya. Maka sebenarnya setiap peristiwa ini akan berkaitan dan terdapat hubungan sebab-akibat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Maka jika hanya menggunakan ilmu modern, peristiwa gunung meletus bisa jadi cuma dikaji masalah pergerakan magmanya saja. Jangan tanya Tuhan dimana, karena dalam filsafat materialisme, Tuhan bukan siapa-siapa. Sementara menggunakan sudut pandang Quran, maka kita langsung tahu bahwa gunung meletus karena dia bereaksi terhadap sesuatu di sekitarnya sesuai dengan izin Allah, wasilahnya (sarananya) melalui pergerakan magma di dalamnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Konsekuensi lainnya, jika masyarakat menggunakan sudut pandang Quran, maka mereka tidak akan mengatakan itu bencana alam. Karena gunung punya hak untuk perbuat demikian. Dalam pandangan masyarakat Jawa pun ada yang bersesuaian, misal saat merapi meletus, masyarakat sekitar mengatakan &#8220;Mbah Merapi lagi duwe gawe (Kakek Merapi sedang punya hajat)&#8221;. Begitu pun air yang mengalir ke luar dari jalurnya dan menuju ke pemukiman, maka istilah banjir itu pun menjadi absurd.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Maka dengan pendekatan ini ilmu-ilmu teknik dan ilmu lainnya akan menjadi &#8220;tauhidi&#8221;. Sehingga tidak lagi menjadi ilmu mati rasa seperti sekarang, yang terkadang juga membentuk pola pikir para penggilanya sehingga ujung-ujungnya menjadi kaum materialis. Dan sungguh, dunia saat ini ruwet karena filsafat materialisme yang absurd itu. Tapi anehnya kita terus beriman padanya dan mengkonsumsinya secara disiplin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i>Surakarta, 24 Juni 2015<\/i><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya pernah dipancing tentang metodologi berpikir dalam al-Quran dan ilmu mainstream yang berkembang agar mengetahui perbedaan mendasar atas filsafat yang melatari keduanya. Ilmu tentang makhluk yang dipelajari di dunia akademis meletakkan manusia sebagai observer dan melihat makhluk atas gejala empiriknya saja. Maka tak heran jika dalam ilmu ini, dikenal dengan lingkungan benda mati dan makhluk&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[11],"tags":[158,361],"class_list":["post-243","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tafakur","tag-ilmu-qurani","tag-sains-islam"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ilmu Qurani - YuliArdika.Com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/243\/ilmu-qurani\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ilmu Qurani - YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Saya pernah dipancing tentang metodologi berpikir dalam al-Quran dan ilmu mainstream yang berkembang agar mengetahui perbedaan mendasar atas filsafat yang melatari keduanya. Ilmu tentang makhluk yang dipelajari di dunia akademis meletakkan manusia sebagai observer dan melihat makhluk atas gejala empiriknya saja. Maka tak heran jika dalam ilmu ini, dikenal dengan lingkungan benda mati dan makhluk...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/243\/ilmu-qurani\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"YuliArdika.Com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-08-11T22:08:58+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mas Dika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mas Dika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/243\\\/ilmu-qurani#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/243\\\/ilmu-qurani\"},\"author\":{\"name\":\"Mas Dika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"headline\":\"Ilmu Qurani\",\"datePublished\":\"2015-08-11T22:08:58+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/243\\\/ilmu-qurani\"},\"wordCount\":340,\"commentCount\":0,\"keywords\":[\"Ilmu Qurani\",\"Sains Islam\"],\"articleSection\":[\"Tafakur\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/243\\\/ilmu-qurani#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/243\\\/ilmu-qurani\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/243\\\/ilmu-qurani\",\"name\":\"Ilmu Qurani - YuliArdika.Com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2015-08-11T22:08:58+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/243\\\/ilmu-qurani#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/243\\\/ilmu-qurani\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/esai\\\/tafakur\\\/243\\\/ilmu-qurani#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ilmu Qurani\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"YuliArdika.Com\",\"description\":\"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94\",\"name\":\"Mas Dika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mas Dika\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.yuliardika.com\\\/blog\\\/author\\\/yukadmin\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ilmu Qurani - YuliArdika.Com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/243\/ilmu-qurani","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ilmu Qurani - YuliArdika.Com","og_description":"Saya pernah dipancing tentang metodologi berpikir dalam al-Quran dan ilmu mainstream yang berkembang agar mengetahui perbedaan mendasar atas filsafat yang melatari keduanya. Ilmu tentang makhluk yang dipelajari di dunia akademis meletakkan manusia sebagai observer dan melihat makhluk atas gejala empiriknya saja. Maka tak heran jika dalam ilmu ini, dikenal dengan lingkungan benda mati dan makhluk...","og_url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/243\/ilmu-qurani","og_site_name":"YuliArdika.Com","article_published_time":"2015-08-11T22:08:58+00:00","author":"Mas Dika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Mas Dika","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/243\/ilmu-qurani#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/243\/ilmu-qurani"},"author":{"name":"Mas Dika","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"headline":"Ilmu Qurani","datePublished":"2015-08-11T22:08:58+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/243\/ilmu-qurani"},"wordCount":340,"commentCount":0,"keywords":["Ilmu Qurani","Sains Islam"],"articleSection":["Tafakur"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/243\/ilmu-qurani#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/243\/ilmu-qurani","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/243\/ilmu-qurani","name":"Ilmu Qurani - YuliArdika.Com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2015-08-11T22:08:58+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/243\/ilmu-qurani#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/243\/ilmu-qurani"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/esai\/tafakur\/243\/ilmu-qurani#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ilmu Qurani"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/","name":"YuliArdika.Com","description":"Cerita, Inspirasi, dan Refleksi Kehidupan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/#\/schema\/person\/1b6507ea6b61d53bcee13019a239ff94","name":"Mas Dika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e28066ad3ac3e5e81e523e024d72d6642ee8ba110c716833f6b35bbd0c46299?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mas Dika"},"sameAs":["https:\/\/www.yuliardika.com"],"url":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/author\/yukadmin"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p7wBRl-3V","jetpack-related-posts":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/243","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=243"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/243\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=243"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=243"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.yuliardika.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=243"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}